Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ekonomi Kotim Diyakini Terus Tumbuh, Inilah Alasannya

Heny Pusnita • Selasa, 4 November 2025 | 11:15 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sampit menegaskan komitmennya mendukung percepatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Optimisme itu ditopang capaian penerimaan negara yang melesat di atas target, serta potensi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang terus menguat.

Kepala KPPBC TMP C Sampit Agus Dwi Setia Kuncoro, mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan II di Kalteng mencapai 4,99 persen atau sedikit di bawah angka nasional sebesar 5,12 persen.

Namun, tren kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan ekonomi di wilayah ini.

”Kita bisa membaca ada potensi kenaikan pertumbuhan ekonomi yang melaju dibandingkan tahun 2024. Ini bisa terus dikembangkan baik dari sektor industri, pertanian, dan perkebunan sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi,” ujar Agus, Jumat (31/10).

Agus menyebut, strategi penguatan ekonomi dapat dilakukan melalui optimalisasi tata kelola anggaran daerah untuk mendorong stimulus, peningkatan ekspor komoditas, pengembangan industri hilir, pertambangan, serta pembangunan infrastruktur dan penguatan UMKM serta koperasi sebagai basis industrialisasi.

”Kita patut optimis mengembangkan pertumbuhan ekonomi di Kalteng, khususnya di wilayah kerja Bea Cukai Sampit, yaitu Kotim, Katingan, dan Seruyan, dengan terus bersinergi dan berkolaborasi membangun ekonomi daerah,” tegasnya.

Bea Cukai Sampit turut berperan dalam peningkatan industri melalui fasilitas kepabeanan dan cukai, penyederhanaan prosedur, serta digitalisasi layanan berbasis manajemen risiko.

Pengawasan juga diperketat terhadap kegiatan ekspor-impor untuk melindungi masyarakat, industri dalam negeri, serta mencegah peredaran barang ilegal yang merugikan negara.

”Target yang dibebankan kepada kami sebesar Rp9,6 miliar. Hingga September 2025, kami sudah mencapai surplus penerimaan negara sebesar Rp25,8 miliar,” ungkapnya.

Rinciannya, penerimaan dari Bea Masuk ditargetkan Rp583 juta dan terealisasi Rp1,58 miliar atau 266 persen, sementara Bea Keluar ditargetkan Rp9,08 miliar dan tercapai Rp25,14 miliar atau 260 persen.

Selain itu, ekspor sawit turut menyumbang Bea Keluar bersama dana sawit sebesar Rp57,75 miliar.

”Kami juga menegakkan pengawasan dengan pemberian sanksi administrasi sebesar Rp736 juta kepada pengguna jasa yang tidak patuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan Dwijo Muryono menilai, ekonomi Kalteng menunjukkan arah pemulihan positif di angka 4,99 persen.

”Bea Cukai Sampit turut berperan mendorong komoditas unggulan, industri hilir, dan penguatan UMKM serta koperasi. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kunci agar kita bisa terus berkontribusi bagi negara dan kemajuan pembangunan daerah,” katanya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#ekonomi #penerimaan negara #bea cukai sampit