Radarsampit.jawapos.com - Tokyo menjadi saksi keajaiban sepak bola yang tak terduga. Timnas Jepang sukses membalikkan keadaan secara dramatis saat menaklukkan Brasil 3-2 dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026 di Stadion Nasional, Selasa (14/10) malam.
Kemenangan ini bukan kemenangan biasa — untuk pertama kalinya dalam sejarah, Samurai Biru berhasil menundukkan Brasil dari total 14 pertemuan sebelumnya. Momen yang dipastikan akan dikenang lama oleh publik Negeri Sakura.
Brasil, yang tampil dengan skuad penuh bintang di bawah arahan Carlo Ancelotti, sempat tampil dominan di babak pertama.
Mereka unggul cepat lewat gol Paulo Henrique pada menit ke-26, disusul sepakan Gabriel Martinelli enam menit kemudian setelah menerima umpan cantik dari Lucas Paqueta.
Dengan penguasaan bola mencapai 67 persen, Seleção tampak tak tertandingi di babak pertama. Namun, segalanya berubah drastis setelah turun minum.
Kesalahan fatal di lini belakang Brasil membuka jalan bagi kebangkitan Jepang. Fabricio Bruno yang gagal mengontrol bola di area sendiri, memberi kesempatan bagi Takumi Minamino untuk menembak dari jarak dekat dan memperkecil ketertinggalan di menit ke-52.
Gol itu membakar semangat pasukan Hajime Moriyasu. Sepuluh menit kemudian, sepakan voli Nakamura mengenai kaki Bruno dan berbelok ke gawang sendiri, membuat skor imbang 2-2. Stadion Nasional Tokyo pun bergemuruh.
Ancelotti mencoba memperbaiki situasi dengan enam pergantian pemain, tapi Jepang tetap tak terbendung.
Pada menit ke-71, sepak pojok Ito disambut sundulan keras Ayase Ueda yang menembus gawang Hugo Souza, memastikan Jepang berbalik unggul 3-2.
Dalam waktu hanya 19 menit, Jepang membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol menjadi kemenangan bersejarah — sekaligus mempermalukan raksasa Amerika Selatan di depan publik Tokyo.
Statistik akhir menegaskan intensitas laga. Jepang melepaskan 15 tembakan ke gawang dengan penguasaan bola 33 persen, efisien dan tajam setiap kali menyerang.
Brasil, meski unggul dalam penguasaan bola, hanya mampu menciptakan delapan tembakan tepat sasaran dan gagal menahan tekanan tuan rumah.
Hasil ini menandai kemenangan pertama Jepang atas Brasil sepanjang sejarah pertemuan kedua negara dan sekaligus kekalahan kedua bagi Ancelotti sejak resmi memimpin Selecao pada awal Juni.
Sang pelatih asal Italia menghadapi awal yang sulit dalam masa transisinya ke sepak bola internasional, di mana kesalahan individu dan kehilangan konsentrasi menjadi tema berulang.
Bagi Jepang, kemenangan ini bukan sekadar hasil uji coba. Di hadapan publik sendiri, mereka menunjukkan karakter yang telah lama diasah, disiplin, cepat beradaptasi, dan pantang menyerah.
Melawan tim bertabur bintang, Moriyasu memperlihatkan bagaimana pressing agresif dan transisi cepat dapat menjadi senjata ampuh melawan dominasi teknikal ala Brasil.
Kebangkitan dalam waktu singkat, ketenangan dalam tekanan, dan efisiensi dalam penyelesaian peluang menjadi pelajaran penting dari laga ini.
Samurai Biru kembali menegaskan bahwa mereka telah berkembang menjadi kekuatan Asia yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga menantang tim-tim besar dunia menjelang Piala Dunia 2026.
Editor : Slamet Harmoko