Secercah harapan terhubungnya akses jalan di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) ke Jembatan Jelai yang puluhan tahun ”nganggur” itu muncul. Tahun depan, akses jalan sepanjang sekitar 1,7 meter ditargetkan mulai dibangun. Melibatkan empat perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
FAUZIANNUR, radarsampit.jawapos.com
Sore Senin (13/10), sekira pukul empat lewat, Bupati Sukamara Masduki dan Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau langsung kondisi jembatan yang ujung di wilayah Kalbar tak bersambut jalan.
Sepanjang mata memandang hanya rawa dan semak belukar, dan menjadi tempat gembala sapi warga.
Tepat di atas jembatan sisi Kalbar, keduanya berdiri didampingi pihak perusahaan terkait. Sambil berbincang dan membuka lembaran kertas perencanaan, kedua pemimpin itu terlihat serius mendengarkan penjelasan salah satu pihak perusahaan.
Perbincangan itu pun disaksikan warga yang sedang ngabuburit sore hari itu.
Usai mendengarkan penjelasan rencana pembangunan badan jalan dalam lembaran kertas perencanaan, Masduki dan Alexander Wilyo yang memakai topi berfoto bersama-sama rombongan yang hadir.
Latar belakang lokasi yang akan dibuka akses jalano dinilai cocok. Kedua kepala daerah pun berfoto saling bersalaman, menandakan kerja sama dan sinergisitas kedua daerah di perbatasan.
”Ruas jalan ini sangat penting, karena akan menjadi jalur penghubung utama antara Ketapang dan Sukamara. Saat ini kami sedang dalam proses pengurusan izin pinjam pakai kawasan hutan, sebab sebagian ruas sepanjang 1,7 kilometer dengan lebar 25 meter berada di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT),” ujarnya.
Selain itu, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan proses izin lingkungan UKL-UPL sebagai bagian dari tahapan administrasi yang wajib dipenuhi sebelum pembangunan dimulai.
Ditargetkan tahun ini selesai, sehingga awal tahun depan sudah bisa dilaksanakan pembangunannya.
”Jalan akses ini bukan hanya membuka konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat sekitar, mendekatkan jarak, memperlancar ekonomi, dan mempererat silaturahmi antara Ketapang dan Sukamara,” tegasnya.
Komitmen Bupati Ketapang itu pun mendapat apresiasi dari Bupati Sukamara. Pemkab Sukamara mendukung penuh upaya tersebut.
Apabila akses jalan terhubung dan jembatan fungsional, akan meningkatkan perekonomian masyarakat kedua wilayah, mobilitas pendukung perekonomian masyarakat akan semakin lancar.
”Tentunya percepatan pembangunan kedua wilayah ini akan lebih optimal lagi dan semakin meningkatkan hubungan serta kolaborasi dan sinergi untuk kesejahteraan masyarakat," kata Masduki.
Pertemuan kedua kepala daerah itu pun disambut baik oleh warga perbatasan. Masyarakat berharap akses jalan di wilayah Kalbar segera terhubung, sehingga akses transportasi darat kedua wilayah terbuka.
”Mudah-mudahan segera terealisasi pekerjaannya karena sisa sedikit lagi jalan sudah terhubung ke jembatan,” harap Fuadi, salah seorang warga. (***/ign)
Editor : Gunawan.