Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kabar Oknum Kades di Pulau Hanaut Selingkuh dengan Staf Merebak, Kini Pelayanan Masyarakat Ikut Terganggu

Radar Sampit • Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:11 WIB
Photo
Photo

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga di salah satu desa wilayah hilir Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, digemparkan dengan kabar dugaan perselingkuhan antara seorang kepala desa (kades) dan stafnya.

Isu tersebut semakin panas setelah beredar kabar bahwa staf perempuan tersebut diduga hamil.

Informasi dihimpun, isu hubungan terlarang antara oknum kades dan stafnya sebenarnya sudah lama menjadi perbincangan warga.

Seorang sumber di desa membenarkan bahwa isu tersebut memang sempat menghebohkan, meski belum disertai bukti kuat.

“Memang sudah lama ramai dibicarakan warga, tapi dulu bukan karena kabar hamil. Hanya dugaan ada hubungan terlarang antara oknum kades dan stafnya,” ujar sumber media ini, Selasa (14/10/2025).

Namun, kabar kehamilan sang staf hingga kini belum dapat dipastikan. Pasalnya, staf perempuan yang dimaksud saat ini diketahui sedang berada di Sampit untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi.

“Untuk kabar hamil itu kami belum bisa memastikan, karena yang bersangkutan sedang kuliah di Sampit,” lanjutnya.

Sementara itu, aktivitas di kantor desa setempat dikabarkan sudah tidak berjalan seperti biasa. Menurut sumber tersebut, kondisi kantor yang tutup bukan karena isu perselingkuhan, melainkan akibat permasalahan internal di antara aparatur desa.

“Kantor desa memang sudah beberapa bulan ini tidak beroperasi. Tapi itu karena ada masalah internal, bukan karena isu hubungan terlarang itu,” jelasnya.

Diketahui, kepala desa yang bersangkutan bukanlah warga asli desa tersebut, melainkan berasal dari dusun tetangga.

Kasus ini tidak hanya menjadi perbincangan warga, tetapi juga ramai dibagikan di media sosial setelah sebuah akun mengunggah informasi terkait dugaan skandal tersebut. Warganet pun ramai memberikan komentar dan menyoroti perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh seorang aparatur desa.

"Asal ada harta dan tahta, wanita akan menurut sama kemauan lelaki," kata Arwan, warganet.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kecamatan maupun instansi terkait mengenai kebenaran isu perselingkuhan dan kehamilan tersebut. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Pulau Hanaut #selingkuh #hamil #oknum kades #staf desa korupsi dana bansos Covid-19 bogor