Radarsampit.jawapos.com - Proses pencarian dan evakuasi korban tertimbun reruntuhan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, masih berlangsung, hingga Selasa (30/9/2025) pagi.
Tim SAR gabungan berjibaku menyisir puing-puing bangunan yang ambruk saat proses pengecoran lantai tiga, Senin (29/9/2025) sore.
Total 89 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, 38 korban dilarikan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, enam korban mendapat perawatan di Rumah Sakit Delta Surya, sementara 45 korban lainnya dirawat di RSI Siti Hajar. Dua korban dinyatakan meninggal dunia.
Pengasuh Ponpes Al Khoziny, R Abdus Salam Mujib, menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa bangunan yang roboh itu merupakan sebuah musala yang masih dalam tahap akhir pembangunan.
"Ini pengecoran yang terakhir saja, ini jebol. Pembangunan sudah sekitar 10 bulan, tinggal finishing. Dhuhur itu seharusnya pengecoran sudah selesai, tapi ternyata sampai sore. Penopang cor sepertinya tidak kuat sehingga menekan ke bawah,” ungkapnya.
Mujib menegaskan pihaknya belum mengetahui jumlah pasti santri yang berada di dalam musala saat kejadian.
"Saat kejadian saya tidak ikut ngimami, hanya lantai satu saja yang dipakai salat. Yang di atas itu memang untuk pertemuan, belum digunakan secara resmi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo, Zaenal Abidin yang turut mendampingi di lokasi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi kabar simpang siur.
"Pesan saya kepada masyarakat Sidoarjo khususnya para santri, mari kita arif dan jangan termakan kabar negatif atas musibah ini. Tunggu informasi yang benar-benar valid dari pihak Ponpes agar tidak menambah keruh suasana prihatin saat ini," tegasnya.
Sejak malam hingga pagi, puluhan ambulans terus hilir-mudik membawa korban ke tiga rumah sakit rujukan.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih berjibaku di lokasi dengan bantuan alat berat. Namun, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena sisa bangunan masih rawan runtuh.
Sejumlah alat berat tambahan diturunkan untuk mempercepat pencarian. Evakuasi dijadwalkan berlangsung tanpa henti hingga seluruh korban ditemukan. Suasana di sekitar lokasi masih dipenuhi tangis keluarga santri dan warga yang menanti kabar dari tim penyelamat.
Penyebab pasti ambruknya bangunan berusia 10 bulan itu kini tengah dalam penyelidikan Tim Inafis Polda Jatim. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko