SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Banjir musiman kembali melanda wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sejak 14 September 2025 lalu, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mentaya Hilir Selatan, Samuda, terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.
Hingga Selasa (23/9), genangan air masih belum surut. Hujan deras yang mengguyur serta meluapnya Sungai Mentaya menjadi penyebab utama terendamnya sekolah.
Kondisi ini diperparah oleh dugaan sumbatan pada alur sungai sehingga memperlambat surutnya banjir.
Meski terdampak, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung.
Kepala SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan Faturrahman, menegaskan bahwa keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama.
”Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan normal, tetap kami mengedepankan keamanan dan keselamatan anak-anak kami. Dan kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng,” ujar Faturrahman.
Lebih lanjut, ia menjelaskan fenomena banjir musiman ini kini semakin sulit diprediksi. Jika dahulu banjir besar hanya terjadi sekitar tujuh tahun sekali, kini dalam satu tahun bisa terjadi beberapa kali.
”Dalam 1 tahun itu bisa 3 kali banjir. Kalau dulu 7 tahun sekali, sekarang tidak bisa ditebak, kalau musim penghujan bisa banjir 2-3 kali. Tahun ini saja sudah 2 kali kami terkena banjir, disebabkan curah hujan tinggi dan air pasang,” tambahnya.
Fenomena banjir yang berulang ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di wilayah pesisir Sungai Mentaya.
Meskipun begitu, semangat para guru dan siswa di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan tidak surut untuk terus melaksanakan kegiatan belajar mengajar meski dalam kondisi banjir. (yn/ign)
Editor : Gunawan.