PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kehadiran ular di sekitar pemukiman warga terus terjadi di wilayah Palangka Raya. Namun kali ini tidak seperti biasanya. Seekor Ular Piton Panjang 4 meter, diameter 3 inci ditemukan tewas dalam keadaan melingkari atau mengerami 30 butir telurnya, Senin (22/9).
Poisisi binatang melata itu tepat di bawa akar pohon Geronggang di sekitar Jalan Tampung Penyang, Palangka Raya.
Warga sekitar yang mengetahui keberadaan ular itu awalnya tak berani menyambangi, dan memanggil tim rescue Damkar Palangka Raya, untuk mengevakuasi bangkai ular serta telurnya itu.
Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, awalnya warga setempat menemukan benda mencurigakan saat membersihkan lahan kosong yang hendak dijadikan tempat tinggal.
“Ketika menebang pohon garonggang dan membongkar akarnya, salah satu tukang melihat benda berwarna belang di dalam tanah. Saat itu pisau sudah terlanjur ditancapkan ke tanah, tanpa sengaja mengenai bagian kepala ular,” bebernya.
Tim Rescue Regu 2 saat membongkar akar dan tanah di sekitarnya, barulah terlihat jelas bahwa benda belang tersebut berupa seekor ular piton besar yang tengah melingkar mengerami telurnya.
“Ular ditemukan dalam kondisi melingkar mengerami telur-telurnya yang berjumlah 30 butir. Lingkaran sarangnya diperkirakan berdiameter sekitar 35 sentimeter. Ukuran satu butir telur sebesar genggaman tangan orang dewasa, mirip telur angsa, namun bentuknya lengket satu sama lain,” ungkap Sucipto.
Selain itu lanjutnya, kulit telur terasa kenyal saat diraba, seperti terpal berisi air, menandakan telur dalam kondisi utuh dan masih segar.Sayangnya, ular tersebut ditemukan sudah dalam keadaan mati. Dugaan kuat, kematiannya akibat luka di bagian kepala karena terkena pisau saat proses pembersihan lahan oleh warga.
“Karena sudah dalam kondisi mati, bangkai ular segera kami kuburkan untuk mencegah pembusukan dan menghindari potensi gangguan dari binatang pemangsa bangkai. Telur-telurnya juga kami tanam jauh dari pemukiman warga,” pungkas Sucipto.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama