Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Banjir Bandang Terjang Desa Pandu Senjaya.Jembatan Ambruk, Puluhan Rumah Terendam

Koko Sulistyo • Sabtu, 20 September 2025 | 22:00 WIB
Jembatan Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kobar yang roboh akibat diterjang banjir bandang, Sabtu (20/9) pukul 01.00 WIB.
Jembatan Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kobar yang roboh akibat diterjang banjir bandang, Sabtu (20/9) pukul 01.00 WIB.

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com - Hujan dengan intensitas tinggi, juga memicu banjir bandang di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu (20/9) pukul 01.00 WIB dinihari.

Bencana itu berdampak kepada terendamnya puluhan rumah warga, serta  dua unit jembatan penghubung antarlingkungan di wilayah tersebut putus lantaran ambruk.

Plt Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andang Santana mengungkapkan, banjir bandang itu sampai masuk ke rumah warga dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter hingga 1 meter.Sedikitnya ada 6 wilayah Rukun Tetangga (RT) yang terdampak.

"Rumah yang terdampak di RT 04, 14, 16, 21, 22 dan RT 28, yang merendam sebanyak 28 rumah warga di 6 RT dengan kerugian yang besar. Mengingat barang-barang elektronik dan rumah tangga ikut terendam air," ujarnya.

Selain itu lanjut Andang, ribuan ikan nila warga di kolam budidaya juga habis terbawa arus air yang deras, dengan nilai kerugian mencapai Rp134.000.000, dan pembudidaya ikan nila lainnya mencapai 186 juta rupiah.

Selain itu juga ada kendaraan bermotor yang ikut terendam, dan kandang hewan ternak beserta peralatannya.

Warga yang rumahnya terendam, mengungsi ke wilayah yang aman dari terjangan banjir, namun siang hari ini sebagian besar sudah kembali ke rumah."Hingga siang (red: kemarin) sebagian besar warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah untuk membersihkan rumah dari material lumpur," terangnya.

Andang juga mengungkapkan, banjir juga merendam  1 pesantren, sehingga barang elektronik seperti komputer dan alat-alat sekolah mengalami kerusakan.

Lebih parah lagi, banjir bandang juga menghancurkan 2 buah jembatan penghubung RW 01 dengan RW 07 yang hingga saat ini belum bisa dilalui warga, serta jembatan penghubung RW 01 dengan RW 05  dengan panjang jembatan 8,4 meter dan lebar 4,4 meter, kondisinya hampir ambruk.

"Kondisi umum jembatan hampir ambruk dan total tidak bisa dilalui. Akibatnya jembatan tidak bisa dilalui pejalan kaki maupun kendaraan bermotor, dan kita waspadai banjir susulan yang terjadi," pungkasnya. (tyo/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#jembatan ambruk #intensitas tinggi #rumah terendam #Desa Pandu Senjaya #hujan deras #Kabupaten Kotawaringin Barat #pangkalan lada #Pangkalan Bun #banjir bandang