SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kinerja sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah saatnya dievaluasi.
Lemahnya hasil pembangunan saat ini dinilai mencerminkan kurang maksimalnya peran para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
”Bupati perlu pejabat yang mampu bertahan menghadapi kondisi pengurangan anggaran pembangunan, baik dari transfer pusat ke daerah maupun Dana Bagi Hasil (DBH),” kata Riduwan Kesuma, akademisi di Kotim, Jumat (19/9).
Menurutnya, keterbatasan anggaran seharusnya tidak menjadi alasan apabila para kepala dinas mampu melakukan terobosan melalui inovasi, membangun kerja sama dengan stakeholder, serta menggandeng calon investor baru.
”Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kotim bisa ditingkatkan jika pimpinan OPD punya kemauan untuk berinovasi dan melakukan terobosan baru. Itu bukan hanya kewajiban OPD semata, tapi soal kemauan dari pimpinan,” tegasnya.
Riduwan juga menyoroti minimnya anggaran pembangunan yang tersedia. Karena itu, ia berharap Bupati Kotim berani merombak kabinet saat ini dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi dan profesionalitas pejabat.
”Bupati harus meminta masukan dari berbagai unsur, baik masyarakat, akademisi, maupun pengusaha. Dengan begitu, orang yang ditempatkan pada jabatan baru di OPD bisa langsung bekerja, berinovasi, dan mendukung visi serta misi pembangunan Kotim ke depan,” ungkapnya.
Dia menegaskan, tantangan pembangunan Kotim ke depan tidaklah ringan dan akan semakin berat.
Karena itu, Bupati Kotim harus benar-benar memilih pembantunya di OPD yang profesional, kompeten, dan memiliki keterampilan handal dalam menghadapi situasi saat ini maupun masa mendatang. (ang/ign)
Editor : Gunawan.