NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Polres Lamandau meminta orang tua dan masyarakat di wilayah itu agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di luar jam sekolah.
Hal itu seiring ada sejumlah laporan dari orang tua yang mengaku anaknya tidak pulang berhari-hari alias menghilang.
”Dalam beberapa hari terakhir, kami mendapat dua laporan kehilangan anak usia belasan tahun. Keduanya telah ditemukan, salah satunya damai dan kembali ke orang tua. Satu lagi lanjut proses hukum,” kata AKP John Digul Manra, Kasatreskrim Polres Lamandau, Jumat (19/9).
Menurutnya, imbauan itu merupakan upaya preventif untuk melindungi generasi muda dari berbagai potensi risiko dan pengaruh negatif.
Di sisi lain, dilatari keprihatinan pihaknya terkait potensi kerentanan anak-anak terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja, seks bebas, kejahatan, perdagangan orang, serta paparan lingkungan yang tidak kondusif jika tanpa pengawasan yang memadai.
”Peran aktif orang tua dan masyarakat sangat penting dalam membentuk karakter dan menjaga keselamatan anak-anak kita," ujarnya.
Dia juga menyoroti beberapa isu yang kerap melibatkan anak-anak di luar jam sekolah, seperti terlibat dalam aksi tawuran, penyalahgunaan narkoba, vandalisme, hingga menjadi korban atau pelaku tindak seksual maupun pidana ringan.
Selain itu, risiko kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya pengawasan serta paparan konten negatif di media sosial juga menjadi perhatian serius.
”Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Lingkungan yang aman dan kondusif akan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal," katanya.
Lebih lanjut Jhon Digul berpesan agar orang tua meluangkan waktu lebih banyak untuk berkomunikasi secara intensif dengan anak, mengetahui aktivitas mereka, serta memastikan mereka berada di lingkungan yang positif dan produktif.
”Penting bagi orang tua untuk mengetahui dengan siapa anak-anak mereka bergaul dan apa saja kegiatan yang mereka lakukan setelah pulang sekolah atau di hari libur. Pengawasan bukan berarti mengekang, melainkan bentuk kasih sayang dan perlindungan," tegasnya.
Masyarakat secara umum juga diharapkan dapat berperan aktif sebagai mata dan telinga kepolisian.
Jika melihat aktivitas mencurigakan atau perilaku anak-anak yang menyimpang di lingkungan sekitar, diimbau segera melapor ke pihak berwajib atau ketua RT/RW setempat.
”Kita semua adalah bagian dari komunitas. Kepedulian bersama akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang," kata John.
Dia menegaskan, pihaknya akan terus berupaya maksimal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Termasuk melakukan patroli rutin di titik-titik rawan yang sering menjadi tempat berkumpulnya remaja atau lokasi yang berpotensi terjadinya tindak pidana.
”Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian, orang tua, dan masyarakat, diharapkan Lamandau dapat menjadi tempat yang lebih aman dan ramah anak, di mana setiap generasi muda dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab, berprestasi, dan terhindar dari berbagai ancaman negatif," ujarnya. (mex/ign)
Editor : Gunawan.