Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jembatan Sei Mentawa di Kapten Mulyono Rawan Longsor, Besi Pengaman Patah

Usay Nor Rahmad • Jumat, 19 September 2025 | 15:44 WIB
Besi pengaman Jembatan Sei Mentawa di Jalan Kapten Mulyono patah, diduga ditabrak kendaraan besar lalu dibiarkan, tanpa diperbaiki. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Besi pengaman Jembatan Sei Mentawa di Jalan Kapten Mulyono patah, diduga ditabrak kendaraan besar lalu dibiarkan, tanpa diperbaiki. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kondisi Jembatan Sei Mentawa atau yang dikenal warga dengan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, kian memprihatinkan. Selain jalan yang licin akibat penimbunan tanah oleh warga, jembatan tersebut kini juga rawan longsor.

Menurut Endra, warga Jalan Kapten Mulyono, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan MB Ketapang, penyebab kerawanan longsor itu karena ada oknum yang sengaja mengeruk tanah di pondasi jembatan.

Tanah hasil galian tersebut lalu ditimbun ke tengah jembatan untuk menutup lubang. Namun akibatnya, sisi selatan dan utara jembatan malah terkikis, meninggalkan lubang besar yang semakin rawan tergerus air saat hujan deras.

”Kalau hujan, tanah dan pasir yang tersisa gampang hanyut. Itu yang membuat rawan longsor,” kata Endra, Jumat (19/9/2025).

Ironisnya, aksi oknum warga tersebut diduga bukan semata demi memperbaiki akses, melainkan untuk menarik simpati para sopir truk yang lewat, dengan harapan diberi uang tip.

Kondisi semakin membahayakan karena besi pengaman jembatan juga dalam keadaan rusak. Ada yang patah, bahkan sebagian hanya bengkok. Situasi ini berpotensi memicu kecelakaan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

”Mungkin ada kendaraan yang pernah menabrak, tapi tidak diperbaiki lagi,” ujar Depi, warga lainnya.

Sebelumnya, warga sekitar juga mengeluhkan jalan licin akibat timbunan tanah di jembatan tersebut.

Jika kering masih bisa dilalui, namun saat hujan berubah menjadi lumpur dan membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Mengingat jalur ini cukup vital bagi aktivitas masyarakat, penanganan darurat dengan timbunan tanah dinilai tidak akan bertahan lama dan justru memperbesar risiko kecelakaan maupun longsor. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Jembatan Sei Mentawa #jembatan patah