SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia dari daerah pemilihan (Dapil) 5 menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang merendam 20 desa di tujuh kecamatan wilayah utara Kotim.
Berdasarkan data, tercatat ratusan rumah terdampak banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Hendra, banjir di daerah utara Kotim hampir setiap tahun terjadi, terutama di desa-desa yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Genangan biasanya surut dalam satu hingga tiga hari. Namun, jika hujan turun terus-menerus, debit air bisa cepat meningkat hingga menggenangi permukiman.
“Pemerintah daerah bersama BPBD Kotim harus bergerak cepat. Pendataan wilayah terdampak sangat penting supaya bantuan logistik maupun pelayanan kesehatan bisa tepat sasaran. Jangan sampai ada warga yang kesulitan karena distribusi lambat,” kata politisi Partai Perindo tersebut.
Hendra menegaskan, selain penanganan darurat, pemerintah juga perlu memikirkan solusi jangka panjang agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap tahun.
Relokasi, menurutnya, bisa dipertimbangkan meskipun tantangannya besar karena sebagian masyarakat sudah terbiasa hidup di bantaran sungai.
“Selama ini warga memang sudah terbiasa dengan banjir. Tetapi pemerintah tidak bisa hanya sibuk ketika banjir datang. Harus ada perencanaan jangka panjang agar masyarakat lebih terlindungi,” ujarnya.
Sebelumnya, BPBD Kotim melaporkan banjir periode 8–13 September 2025 melanda 20 desa di tujuh kecamatan, yakni Cempaga Hulu, Parenggean, Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, dan Mentaya Hulu.
Pemerintah daerah juga telah menetapkan status Siaga Darurat Banjir sejak 12 September hingga 29 Oktober 2025. Masyarakat diimbau tetap waspada karena curah hujan diprediksi masih tinggi hingga akhir bulan. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor