NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Banjir di Kabupaten Lamandau terus meluas. Bencana yang sebelumnya hanya melanda Kecamatan Batang Kawa dan Lamandau, kini wilayah Kecamatan Belantikan Raya, juga mengalami hal serupa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau mengimbau masyarakat di wilayah hilir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir kiriman dari daerah hulu.
Kepala Pelaksana BPBD Lamandau Hendikel mengatakan, timnya melakukan monitoring dan pendataan korban terdampak banjir di Desa Nanga Belantikan, Kecamatan Belantikan Raya.
”Kami mengimbau masyarakat di wilayah hilir untuk waspada terhadap potensi banjir kiriman dari wilayah hulu. Saat ini di Kota Nanga Bulik memang hujan deras, tapi kami lebih khawatir jika wilayah hulu yang hujan,” ujar Hendikel.
Berdasarkan data BPBD Lamandau, banjir di Desa Nanga Belantikan berdampak pada 30 kepala keluarga (KK) atau 109 jiwa, 2 ruas jalan desa, 1 unit TK, 1unit PAUD, dan 1 masjid.
”Ada dua titik jalan menuju Desa Nanga Belantikan yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 80-100 cm, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat,” katanya.
Panjang ruas jalan yang terendam, lanjut Hendikel, masing-masing sekitar 300 meter dan 200 meter.
Di dalam desa, sebanyak 27 rumah warga terdampak dengan ketinggian air sekitar 30-40 cm.
Fasilitas sosial seperti sekolah TK, PAUD, dan masjid juga terendam dengan ketinggian air yang sama.
Bencana tersebut disebabkan luapan Sungai Belantikan akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi pada malam 11 September 2025 hingga dini hari selama sekitar enam jam.
Pada 12 September 2025, air mulai naik ke pemukiman warga.
BPBD Lamandau telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC PB) untuk melakukan monitoring dan pendataan korban terdampak.
Kendala yang dihadapi, ungkap Hendikel, akses jalan menuju desa yang tidak dapat dilalui motor maupun mobil. (mex/ign)
Editor : Gunawan.