SAMPIT, radarsampitt.jawapos.com – Pihak keluarga Bripda Muhammad Fadel masih meragukan informasi bahwa yang bersangkutan bepergian melalui jalur udara dari Palangka Raya, Surabaya, dan Makassar.
Perlu bukti untuk memperkuat informasi tersebut, seperti rekaman kamera pengawas.
Pihak keluarga masih menunggu rekaman CCTV Bandara Tjilik Riwut untuk mengonfirmasi jejak keberangkatan Fadel.
”Keluarga masih menunggu rekaman CCTV bandara atas adanya informasi dari Polres Kotim terkait MF terbang lewat Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya,” ungkap Fenti, saudara MF, Kamis (27/8).
Ayah Fadel, Zainudin juga menegaskan, pihaknya perlu memastikan informasi itu dengan melihat langsung sosok anaknya melalui rekaman CCTV bandara.
Dia berharap aparat bisa meminta rekaman kamera pengawas tersebut yang menjadi bagian kewenangannya untuk mencari seseorang.
”Kami belum melihat CCTV bandara. Keluarga sangat ingin melihatnya untuk menindaklanjuti informasi dari pihak kepolisian, bahwa anak kami ada terbang ke luar daerah melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya,” ucapnya.
Selain di bandara, pihaknya juga memerlukan rekaman CCTV di lokasi lain yang didatangi Fadel di hari dia pergi dari rumah pada Rabu (20/8) lalu, yakni kediaman atasannya.
Di sisi lain, pihaknya juga mempercayakan pencarian anaknya kepada pihak kepolisian.
Sebagai informasi, Fadel merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
Dia merupakan lulusan Bintara Polri angkatan 2021 atau leting 46. Penugasannya di Satintelkam Polres Kotim sebagai ajudan atau sopir Kasat Intelkam.
Sebelumnya diberitakan, kabut misteri masih menyelimuti hilangnya Muhammad Fadel.
Meski jejaknya mulai terendus sampai ke Makassar, belum diketahui alasan pemuda itu bepergian menyeberang pulau tanpa memberi kabar pada pihak keluarga hingga tempatnya bekerja.
Keberadaan Fadel yang terlacak terbang menggunakan pesawat itu disampaikan Zainudin, ayah Fadel, Selasa (26/8).
Menurutnya, informasi tersebut diperoleh dari senior anaknya di Sat Intelkam Polres Kotim melalui telepon.
Penerbangan itu sama sekali tidak diketahui pihaknya. Termasuk alasan polisi muda berpangkat Bripda itu sampai ke pulau seberang. Penerbangan tersebut dilakukan Sabtu (23/8) siang.
”Di Makassar tidak ada keluarga maupun kerabat atau kekasihnya. Saat ini informasi itu yang sedang didalami,” katanya.
Fadel awalnya berangkat dari rumahnya Rabu (20/8) pagi, diantar pamannya ke kediaman atasannya.
Keluarga Fadel belum curiga meski yang bersangkutan tak pulang seharian sampai keesokan harinya, Kamis (21/8).
Pasalnya, pekerjaan pemuda itu di Polres Kotim terkadang menuntutnya tak harus pulang. Keluarga pun memahami.
Akan tetapi, kedatangan rekan seprofesi Fadel di satuan yang sama membuat keluarga kaget.
Petugas itu menanyakan keberadaan Fadel, karena sudah dua hari tak masuk kantor.
Artinya, sejak pamit Rabu lalu, Fadel yang pernah mencatat prestasi hingga tingkat nasional pada cabang olahraga pencak silat itu belum sampai tempat tugasnya.
Namun, informasi lain menyebutkan, Fadel sempat masuk dinas hingga siang. (ang/ign)
Editor : Gunawan.