Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Petugas BKSDA Akan Lakukan Observasi Lokasi Kemunculan Beruang Madu di Cempaga Hulu

Usay Nor Rahmad • Rabu, 27 Agustus 2025 | 14:20 WIB
Petugas BKSDA bersama TNI dan warga mengangkat perangkap beruang di Kotim. (Dokumentasi BKSDA Resort Sampit)
Petugas BKSDA bersama TNI dan warga mengangkat perangkap beruang di Kotim. (Dokumentasi BKSDA Resort Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Setelah kemunculan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) di areal perkebunan kelapa sawit PT Sinar Citra Cemerlang, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit berencana menurunkan tim untuk melakukan observasi ke lokasi.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan langkah ini dilakukan guna memastikan keberadaan satwa dilindungi tersebut sekaligus mengantisipasi potensi konflik dengan manusia.

“Kami akan turun ke lapangan untuk observasi. Kami perlu memastikan apakah hanya satu ekor beruang madu yang terlihat atau ada lebih dari itu. Selain itu, observasi juga penting untuk mengetahui pola pergerakan satwa tersebut,” ujar Muriansyah, Rabu (27/8/2025).

Ia menegaskan, masyarakat maupun karyawan perusahaan diminta tetap waspada sembari menunggu hasil observasi. Aktivitas di sekitar titik kemunculan beruang sebaiknya dibatasi demi keselamatan bersama.

Menurut Muriansyah, observasi ini juga akan menjadi dasar bagi BKSDA untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah perlu dilakukan upaya penghalauan, relokasi, atau cukup dengan pemantauan intensif.

“Beruang madu merupakan satwa dilindungi. Penanganannya tidak bisa sembarangan. Karena itu kami minta kerja sama semua pihak agar tidak bertindak sendiri yang justru bisa membahayakan,” tambahnya.

Sebelumnya, video kemunculan beruang madu di perkebunan sawit Cempaga Hulu membuat resah warga.

Kasus serupa pernah terjadi di Kecamatan Mentaya Hulu, ketika seekor beruang madu menyerang dua pekerja kebun pada Juli 2025 lalu.

“Kami berharap masyarakat segera melaporkan jika melihat satwa liar, agar BKSDA bisa cepat merespons dan mencegah terjadinya konflik,” pungkas Muriansyah. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#bksda kotim #sampit #kalteng