JAKARTA, radarsampit.jawapos.com - Penyelidikan kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih Muhammad Ilham Pradipta akhirnya menguak fakta mengerikan.
Penculikan dan pembunuhan bapak dua anak tersebut rupanya dilakukan delapan orang. Setelah eksekusi ternyata mereka kabur berpencar untuk lepas dari jeratan hukum.
Satu pelaku penculikan berinisial EW alias Eras telah diamankan Tim Resmob Komodo Satreskrim Polres Manggarai Barat.
Sedangkan tiga orang berinisial AT, RS, dan RAH ditangkap di sebuah rumah sengketa di Jalan Johar Baru III No 42 Jakarta Pusat. Mereke berprofesi sebagai debt collector.
Setelah sebelumnya meringkus empat orang eksekutor, Sub Direktorat Kejahatan dengan Kekerasan Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat tersangka lain yang diduga menjadi aktor intelektual alias otak di balik aksi keji tersebut. Keempat orang yang ditangkap tersebut berinisial C, DH, YJ, dan AA.
“Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil menangkap 4 orang aktor intelektual pelaku penculikan dan atau pembunuhan pegawai bank,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, dalam keterangannya, Minggu (24/8/2025).
Keempat pelaku berinisial C, DH, YJ, dan AA. Mereka ditangkap di lokasi berbeda. “DH, YJ, dan AA ditangkap pada 23 Agustus 2025 pukul 20.15 WIB, di daerah Solo, Jawa Tengah. Sedangkan C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 24 Agustus 2025 pukul 15.30 WIB,” ungkap Rahim.
Saat ini, para tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap peran masing-masing dan mendalami motif di balik pembunuhan ini.
Dengan penangkapan terbaru tersebut, total sudah ada delapan orang yang ditangkap polisi.
Empat tersangka lain sebelumnya telah diamankan lebih dulu, masing-masing berinisial AT, RS, RAH, dan EW, yang diduga sebagai pelaku eksekusi penculikan terhadap korban.
Kasus ini bermula ketika Ilham diketahui hilang usai menghadiri pertemuan dengan rekan kerjanya di sebuah supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8). Rekaman CCTV menunjukkan detik-detik penculikan.
Saat hendak masuk ke mobil pribadinya yang berwarna hitam, tiba-tiba sebuah mobil putih berhenti di sampingnya. Seketika beberapa orang turun dan menyeret Ilham masuk ke dalam kendaraan tersebut.
Baca Juga: Menguak Tugas Utama dan Wewenang KCP Bank, Di Balik Kasus Tragis Mohamad Ilham Pradipta
Keesokan harinya, Kamis (21/8), jasad korban ditemukan di sebuah lapangan di Kampung Karang Sambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Tubuhnya dalam kondisi mengenaskan, dengan tangan dan kaki dilakban, begitu pula kepala dan wajahnya.
Polisi hingga kini masih menyelidiki motif pembunuhan yang menggemparkan publik ini, termasuk kemungkinan keterkaitan para pelaku dengan latar belakang profesional korban sebagai pimpinan cabang pembantu bank. (*)
Editor : Slamet Harmoko