Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Operasi Modifikasi Cuaca Kebablasan, Ketemu Air Pasang, Akhirnya Sampit Terendam

Heny Pusnita • Rabu, 13 Agustus 2025 | 09:05 WIB
Banjir di ruas Jalan Suprapto Sampit, Selasa (12/8/2025). (Oes/Radar Sampit)
Banjir di ruas Jalan Suprapto Sampit, Selasa (12/8/2025). (Oes/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit dan sekitarnya menyebabkan sejumlah titik terendam banjir dadakan, Selasa (12/8).

Durasi hujan yang panjang selama sekitar lima jam ternyata merupakan hasil operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB bersama BMKG Kotim.

Pantauan Radar Sampit, hujan deras terjadi sekitar pukul 10.00-15.00 WIB. Durasi hujan yang terjadi selama berjam-jam, menyebabkan sejumlah jalan terendam.

Banjir dadakan terjadi di Jalan HM Arsyad, Pelita Timur, DI Panjaitan, Anggur 3, Pinang 4, Mangga 4, Kopi, Anang Santawi, Soeprapto Selatan, Nangka, Tartar, Jaya Wijaya, dan sejumlah titik lainnya. Ketinggian air berkisar 10-35 cm.

”Hasil kaji cepat kami di lapangan, terpantau lebih dari 20 ruas jalan dalam kota di sebagian titiknya terendam banjir dan sekitar 40 rumah juga turut terendam," ujar Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim.

Rendaman air tak hanya disebabkan durasi hujan yang panjang, tetapi bersamaan dengan kondisi air pasang.

”Kejadian ini juga bersamaan dengan naiknya tinggi air pasang di Sungai Mentaya, sehingga kecepatan air mengalir tidak bisa langsung menuju sungai dan mengakibatkan air drainase meluap hingga ke jalan," ujarnya.

Selama genangan banjir disertai hujan, arus lalu lintas di perkotaan mengalami kemacetan pada titik tertentu.

”Arus lalu lintas umumnya lancar, kecuali pada titik tertentu yang terendam air. Mengalami kemacetan karena pengendara memperlambat laju kendaraan di areal yang terendam," ujarnya.

Sementara itu, Aan, warga di Jalan DI Panjaitan tampak siaga mengarahkan pengendara yang lewat DI Panjaitan untuk melewati Jalan Juanda 16 menghindari kemacetan dan insiden motor mogok.

”Sudah lebih dari 10 kendaraan yang mogok lewat sini. Air mulai naik sekitar jam 12 siang. Kami arahkan pengendara melewati jalan lain yang lebih aman, daripada memaksakan melewati genangan banjir," ujar Aan bersama sejumlah warga setempat yang juga turut membantu mengarahkan pengendara melewati jalan yang aman.

Ini sudah kedua kalinya genangan banjir terjadi cukup parah menimpa sekitar rumahnya. ”Tahun 2023 dan 2025 ini yang cukup parah kedalaman airnya. Sudah masuk sampai ke rumah. Pengendara mobil juga kami minta memperlambat laju kendaraan, karena efeknya membuat gelombang yang semakin memperparah air masuk rumah," ujarnya.

Terpisah, Kepala BMKG Kotim Mulyono Leonardo mengatakan, hujan yang terjadi Selasa (12/8) siang hingga sore disebabkan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meterologi, Klimatotologi dan Geofisika (BMKG).

Operasi dilakukan untuk meredam cuaca panas yang diprediksi pada Agustus 2025 ini merupakan puncak kemarau. Langkah antisipasi pencegahan karhutla dilakukan dengan melakukan operasi modifikasi cuaca.

”Hujan hari ini dihasilkan dari operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB bersama BMKG pagi harinya di sekitar selatan Kotim dan sekitarnya," kata Mulyono.

Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan merupakan teknologi yang digunakan untuk mengubah atau mempengaruhi kondisi atmosfer agar menghasilkan efek tertentu, seperti mempercepat atau menunda turunnya hujan.

Salah satu metode paling umum dalam modifikasi cuaca adalah cloud seeding atau penyemaian awan.

”Operasi modifikasi cuaca menimbulkan terjadinya hujan di wilayah Kotim bagian tengah dan selatan. Adapun penyebab banjir, dikarenakan mulai pukul 05.00-13.00 kondisi air sedang pasang hingga ketinggian maksimum 2,7 meter," katanya. (hgn/ign)

Editor : Slamet Harmoko
#banjir #air pasang #sampit #banjir sampit #modifikasi cuaca #kebanjiran