MUARA TEWEH, radarsampit.jawapos.com – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memantau langsung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Barito Utara, Selasa (6/8). Pemantauan dilakukan di dua TPS.
TPS pertama di Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah. Tepatnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh. Di TPS 901 ini, terdapat 259 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Hasil penghitungan menunjukkan Paslon 01 (Shalahuddin-Felix S Tingan) memperoleh 29 suara, Paslon 02 (Jimmy Carter-Inriaty Karawaheni) 87 suara. Terdapat 1 suara tidak sah.
Total suara yang masuk sebanyak 117 suara. Proses penghitungan berlangsung singkat, dimulai pukul 13.33 hingga 14.00 WIB.
Gubernur kemudian melanjutkan pemantauan ke TPS 06 di Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, yang berlokasi di kawasan pertokoan. Jumlah DPT di TPS ini mencapai 577 orang.
Berdasarkan hasil penghitungan, Paslon 01 mengantongi 153 suara, Paslon 02 memperoleh 108 suara, dan terdapat 4 suara tidak sah. Total suara yang masuk mencapai 265 suara.
”Saya menyayangkan tingkat partisipasi pemilih yang tidak mencapai lima puluh persen. Ini tentu jadi catatan penting bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya,” ujar Agustiar usai memantau.
Kendati demikian, dia mengapresiasi pelaksanaan penghitungan suara yang berlangsung tertib, cepat, dan tanpa hambatan.
”Saya bersyukur pelaksanaan penghitungan suara berlangsung kondusif. Ini menunjukkan kinerja baik dari seluruh jajaran penyelenggara di lapangan. Saya harap hasilnya segera ditindaklanjuti oleh KPU sesuai ketentuan,” katanya.
Agustiar juga mengingatkan kepada seluruh penyelenggara, terutama Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), untuk tetap menjunjung tinggi netralitas dan profesionalisme.
”Pelaksanaan PSU ini bukan hanya koreksi teknis, tapi juga momentum memperkuat demokrasi yang jujur, adil, dan transparan. Integritas penyelenggara jadi kunci utama kepercayaan publik terhadap pemilu,” tegasnya.
Agustiar berharap pelaksanaan PSU di Barito Utara dapat menjadi contoh positif bahwa demokrasi tetap bisa dijaga, bahkan di tengah tantangan. ”Terima kasih semua berjalan aman dan damai,” katanya. (daq/ign)
Editor : Gunawan.