PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Meninggalnya dua siswi SMP di Palangka Raya setelah tenggelam bermain di sungai wilayah Petuk Katimpun menyisakan luka mendalam.
Dua korban, GMA (14) dan LFP (14) selama ini dikenal baik di kalangan keluarga dan kerabatnya. Kabar tragedi tersebut langsung menyentak orang yang mengenalnya.
Ucapan duka berseliweran di media sosial, terutama di Facebook. Semua tak menyangka dua remaja yang tengah beranjak dewasa itu harus pergi lebih awal meninggalkan semua orang yang dikenalnya.
Dari sejumlah postingan duka, sebuah foto yang diduga jadi momen terakhir dua korban sebelum ditelan sungai jadi perhatian netizen.
Ada delapan orang yang berfoto dengan latar rumah makan Kampung Lauk.
Korban GMA mengenakan setelan pakaian kehitaman, duduk di deretan kedua dari kanan foto.
Adapun rekannya LFP yang juga ikut meninggal dalam insiden maut itu, duduk paling ujung kiri mengenakan baju hitam.
Diduga foto itu diambil saat keduanya menghadiri perayaan ulang tahun temannya di rumah makan tersebut.
Hal itu sejalan dengan keterangan seorang rekan korban yang menjadi saksi hidup kepergian dua rekannya.
Menurutnya, pada hari tragedi itu, ia bersama korban dan rekan lainnya mendatangi pesta ulang tahun di resto Kampung Lauk.
Dari lokasi itu, mereka sepakat bermain di Pantai Gosong (sebutan untuk sungai di Petuk Katimpun, Red) dengan niat untuk berfoto-foto.
”Awalnya kami cuman ingin foto-foto saja. Tapi, karena harinya panas, kami menceburkan diri ke sungai dan main di dekat bibir pantai," ujarnya.
Saat asyik bermain air, dua rekannya, terseret arus sungai yang cukup deras. Dua remaja yang diketahui tak bisa berenang tersebut terlihat hendak tenggelam.
Melihat situasi itu, kedua korban, GMA dan LFP berusaha menolong. Celakanya, saat berjalan di derasnya arus untuk menyelamatkan, keduanya justru terbawa arus sungai dan tenggelam.
Adapun dua rekannya yang akan ditolong berhasil menyelamatkan diri dengan cara mengapung hingga ke bibir pantai.
”Kami sempat teriak meminta tolong waktu ada warga yang melintas menggunakan kapal kelotok,” ujar rekan korban.
Tak ada yang menyangka kedua korban pergi lebih cepat di usianya yang masih sangat belia.
Niat baik keduanya untuk menyelamatkan dua teman lain yang akan tenggelam, justru jadi boomerang petaka yang mencabut nyawa dua gadis tersebut. (ign)
Editor : Gunawan.