Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Operasi Patuh Telabang 2025 di Kalteng Berakhir, Kotim Ukir ’Prestasi’ Tertinggi Pengendara Ditilang Manual

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 29 Juli 2025 | 13:57 WIB
CEK PASUKAN : Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengecek personel yang terlibat Operasi Patuh Telabang 2025 saat memimpin apel gelar pasukan di Mapolres Kotim, Senin (14/7/2025). //FOTO: PO
CEK PASUKAN : Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengecek personel yang terlibat Operasi Patuh Telabang 2025 saat memimpin apel gelar pasukan di Mapolres Kotim, Senin (14/7/2025). //FOTO: PO

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah resmi menutup pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2025 yang digelar selama 14 hari, sejak 14-27 Juli 2025.

Operasi ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Kalteng.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, operasi ini menjadi bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan disiplin pengendara.

”Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kami terus berupaya mengedukasi masyarakat agar taat aturan lalu lintas,” ujar Erlan, Senin (28/7).

Selama operasi, tercatat sebanyak 3.909 pengendara diberi teguran, 59 tilang elektronik, dan 2.174 pengendara tilang manual.

Wilayah dengan pelanggaran tilang manual terbanyak adalah Kotawaringin Timur (Kotim), Barito Timur (Bartim), Kotawaringin Barat (Kobar), dan Gunung Mas.

Jenis pelanggaran yang dominan, di antaranya tidak memakai helm, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara.

Adapun untuk pengemudi mobil, pelanggaran terbanyak, yakni tidak menggunakan sabuk pengaman, pengemudi di bawah umur, hingga menggunakan ponsel saat mengemudi.

Dia melanjutkan, dari data kecelakaan lalu lintas, terdapat 31 kejadian, yakni 9 meninggal dunia, 7 luka berat, dan 31 luka ringan. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp98 juta lebih.

Wilayah dengan korban meninggal terbanyak terjadi di Gunung Mas, Kapuas, dan Lamandau masing-masing dua nyawa.

Disusul Palangka Raya, Katingan, dan Barito Timur masing-masing satu nyawa.

Jumlah kecelakaan tertinggi tercatat di Palangka Raya, Murung Raya, dan Lamandau.

Sementara kategori pelanggar terbanyak berasal dari kalangan karyawan swasta, mahasiswa/pelajar, dan PNS.

Erlan menyebutkan, penyebab kecelakaan didominasi oleh faktor rem tidak berfungsi, bermasalah, dan perilaku pengemudi yang kurang bertanggung jawab di jalan.

”Tetap taat dalam berlalu lintas. Utamakan keselamatan dan jadilah pelopor keselamatan bersama,” tegasnya. (daq/ign)

Editor : Gunawan.
#Operasi patuh Telabang 2025 #tilang manual #kotim #kalteng #pelanggaran lalu lintas