PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Suasana Kantor Gubernur Kalteng kemarin (24/7) pagi diwarnai ketegangan.
Dua anggota Satpol PP terlibat insiden dengan seorang pejabat Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalteng.
Awalnya, sebuah mobil ”asing” yang parkir di tempat yang biasanya digunakan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng memarkirkan kendaraannya, menyita perhatian dua personel Satpol PP yang bertugas di lingkungan Kantor Gubernur Kalteng, Jhon Berni dan Ransi Gawa.
Petugas penegak perda tersebut langsung menghampiri empunya mobil.
Tak disangka, pengemudi mobil itu rupanya pejabat Binda Kalteng.
Dia adalah Kolonel Widya, menjabat Kepala Bagian Operasi Binda Kalteng.
Permintaan untuk memindahkan mobil langsung direspons dengan keras oleh Widya. Dia langsung emosi dan meluapkan amarahnya pada dua petugas tersebut.
Peristiwa itu langsung viral dan sempat terjadi debat antara Widya dengan atasan kedua personel Satpol PP Kalteng tersebut.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kalteng Eric Dovido memastikan, dua personelnya telah menjalankan tugasnya sesuai prosedur.
”Mereka (anggota Satpol PP) sudah mengarahkan untuk bergeser, kalau tidak terima bisa diperjelas. Enggak usah main tangan. Itu yang mereka tidak terima,” kata Eric, seperti dikutip dari kompas.com.
Adapun Widya merasa diperlakukan seperti diusir. Eric pun menegaskan bahwa anggotanya memiliki wewenang untuk menjaga ketertiban.
”Kan mereka punya hak karena tugas, tugas pengamanan mereka di sini. Ini objek vital pemerintah daerah. Satpol PP ini kan polisi pemerintah daerah,” tegas Eric.
Setelah adu argumen, Widya dan Eric akhirnya berjabat tangan. Eric kemudian mengantar Widya kembali ke mobilnya.
Masalah itu rupanya sampai ke Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Agustiar langsung mengundang Kabinda Kalteng dan Kasatpol PP Kalteng Baru I Sangkai ke Istana Isen Mulang, rumah jabatan Gubernur Kalteng. Mediasi dilakukan secara tertutup dan kedua belah pihak sepakat berdamai.
Agustiar mengharapkan insiden itu tidak terulang lagi. Hal itu hanya kesalahpahaman saat melaksanakan tugas.
”Semuanya sudah saling meminta maaf dan diselesaikan secara baik-baik,” katanya.
Dia menegaskan, pihaknya terus menjaga sinergitas dan komunikasi antarlembaga untuk menjaga kondusifitas wilayah Kalteng agar masyarakatnya damai dan sejahtera.
”Sama-sama kita menjaga kekondusifan Kalteng. Terus jaga komunikasi dan jaga kebersamaan dalam menjalankan tugas masing-masing,” katanya. (daq/ign)
Editor : Gunawan.