SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama DPRD sepakat menghidupkan kembali forum CSR.
Hal ini menyikapi banyaknya persoalan mengenai infrastruktur daerah yang tidak terakomodir dalam pembangunan. Program CSR bisa diarahkan untuk hal tersebut.
Komitmen ini tertuang dalam pertemuan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama, Camat Tualan Hulu Admadi Sastra, serta sejumlah kepala desa di Kecamatan Tualan Hulu.
”Kami apresiasi inisiatif dari camat dan para kades yang aktif berkoordinasi untuk mencari solusi. Ini menunjukkan keseriusan mereka terhadap pembangunan di wilayahnya," kata Rimbun, Ketua DPRD Kotim, kemarin (23/7).
Rapat tersebut menyepakati tujuh poin, yakni dalam tahun anggaran 2026 pemerintah daerah memprogramkan infrastruktur lintas jalan antardesa se-Kecamatan Tualan Hulu dengan menyesuaikan status aset dan kemampuan keuangan daerah serta berpedoman pengelolaan APBD.
Kemudian, anggota DPRD Dapil V, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan kepala desa turun meninjau jalan lintas antardesa tersebut dengan mengundang investor.
”Pertemuan itu menyepakati agar investor yang ada di jalan lintas tersebut memprogramkan CSR untuk membangun, meningkatkan, dan memelihara jalan antardesa,” katanya.
Selain itu, lanjut Rimbun, dibantu pemerintah kecamatan dan kepala desa memverifikasi dan menginventarisir aset masing-masing desa, sehingga pengadaannya menyesuaikan dengan aset.
”Karena akhir-akhir ini yang viral di Desa Ganepo itu jalan desa. Kalau bicara kewenangan dan penganggaran, mengharuskan kami menyesuaikan asetnya. Jika bukan aset pemerintah daerah, akan jadi temuan BPK,” jelas Rimbun.
Melalui komitmen lintas sektor tersebut, Rimbun mengharapkan perbaikan infrastruktur jalan antardesa di Tualan Hulu segera terealisasi. Sekaligus membuka akses ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah tersebut. (ang/ign)
Editor : Gunawan.