SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Meski sebagian besar pedagang kaki lima (PKL) mulai menunjukkan kesadaran untuk menutup dan membersihkan rombong usai berjualan di sekitar Taman Kota Sampit, namun masih ada sejumlah rombongan yang tetap dibiarkan terbengkalai hingga siang hari.
Pantauan Radar Sampit, Minggu pagi (13/7/2025), setidaknya ada lima rombong yang masih terlihat berjajar di muara Jalan Pemuda.
Rombong-rombong tersebut tidak dibereskan dan tampak kosong tanpa aktivitas, sebagian ditutup dengan terpal lusuh, menciptakan kesan kumuh dan mengganggu pemandangan ruang terbuka publik.
”Sudah agak mendingan dibanding minggu lalu. Tapi tetap saja masih ada yang tidak peduli. Harusnya semua bisa tertib, biar taman ini enak dipandang,” kata Suriyadi, warga sekitar yang rutin melintas di kawasan itu.
Meski demikian, perubahan mulai tampak. Sejumlah PKL yang biasanya berjualan di malam hari terlihat mulai menaati aturan.
Banyak yang sudah menutup rombong lebih awal dan membersihkan sisa aktivitas dagang mereka.
”Sebagian besar dari mereka langsung membereskan setelah habis berjualan. Sehingga tak sampai berserakan saat pagi hati. Tampaknya mereka juga tak mau dibilang mengganggu lagi,” ujar Ozi, salah satu pedagang makanan ringan yang biasa mangkal di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kotim Sugeng Riyanto, sebelumnya telah menyatakan pihaknya akan segera melakukan penertiban.
Menurutnya, upaya penataan kawasan publik akan terus digalakkan tanpa harus merugikan para pedagang.
”Langkah persuasif tetap kami utamakan. Namun bila sudah diberi peringatan dan tetap membandel, tentu akan ada tindakan tegas,” tegas Sugeng.
Warga berharap, ketegasan aparat terus dikawal agar tidak hanya sesaat. Selain itu, diperlukan solusi jangka panjang, seperti penataan zona dagang atau relokasi yang lebih manusiawi, agar keberadaan PKL tetap bisa berjalan beriringan dengan fungsi taman sebagai ruang publik yang nyaman. (*)
Editor : Slamet Harmoko