Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Resep Bubur Asyura Khas Banjar: Kaya Rasa, Penuh Makna

Usay Nor Rahmad • Minggu, 6 Juli 2025 | 14:15 WIB
Ilustrasi bubur asyura (Dipoles dengan akal imitasi)
Ilustrasi bubur asyura (Dipoles dengan akal imitasi)

Radarsampit.jawapos.com – Setiap tanggal 10 Muharram, masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan hingga wilayah seputaran Kalimantan Tengah memiliki tradisi yang tak lekang oleh waktu.

Ya, tradisi membuat dan membagikan Bubur Asyura. Bubur ini bukan sekadar sajian biasa, melainkan simbol kebersamaan, sedekah, dan rasa syukur atas nikmat kehidupan.

Bubur Asyura Banjar dikenal unik karena memiliki rasa gurih dan pedas ringan, berbeda dari versi Melayu yang cenderung manis.

Namun khusus di daerah seperti Sampit, Kalimantan Tengah, ada yang terpengaruh dengan cita rasa Melayu seperti Aceh namun sebagian besar yang dibuat masyarakatnya mirip dengan khas Banjar.

Biasanya, bubur ini dimasak dalam jumlah besar di halaman langgar atau masjid, lalu dibagikan kepada warga sekitar, terutama anak yatim.

Bahan-Bahan Bubur Asyura Banjar

Ciri khas bubur ini adalah banyaknya bahan—bisa mencapai 41 jenis dalam tradisi aslinya. Namun, berikut adalah versi praktis yang tetap otentik:

Bahan utama:

- 500 gram beras, cuci bersih
- 150 gram daging ayam atau daging sapi, potong kecil
- 2 liter santan (dari 1 butir kelapa tua)
- 2 liter air

Bahan pelengkap:

- 100 gram kacang tanah, sangrai atau rebus
- 100 gram kacang hijau, rendam semalaman
- 100 gram jagung manis pipil
- 100 gram labu kuning, potong kecil
- 100 gram wortel, potong dadu
- 100 gram ubi jalar, potong kecil
- 100 gram kentang, potong kecil
- 1 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- Garam dan kaldu bubuk secukupnya
- Minyak untuk menumis


Bumbu halus:

- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 butir kemiri, sangrai
- 1 ruas kunyit
- 1 ruas jahe
- 1 sdt ketumbar sangrai
- Setengah sendok teh merica butiran
- Cabai merah (opsional, sesuai selera)


Cara Membuat Bubur Asyura ala Banjar

Tumis bumbu:
Haluskan semua bumbu, lalu tumis bersama serai, daun salam, dan daun jeruk hingga harum.

Masak daging:
Masukkan potongan daging ke dalam tumisan, aduk hingga berubah warna dan matang sebagian.

Rebus beras dan kacang:
Dalam panci besar, masak beras bersama kacang hijau dan kacang tanah dengan air hingga setengah lunak.

Campurkan semua bahan:
- Masukkan tumisan bumbu dan daging ke dalam panci. - - Tambahkan wortel, labu, jagung, ubi, dan kentang. Aduk rata.

Masukkan santan:
Setelah semua bahan cukup lunak, tuang santan. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.

Koreksi rasa:
Tambahkan garam dan kaldu bubuk sesuai selera. Masak hingga semua bahan empuk dan bubur mengental.

Siap disajikan:
Sajikan dalam keadaan hangat. Biasanya, bubur ini dikemas dalam mangkuk atau daun pisang untuk dibagikan.

Makna di Balik Bubur Asyura Banjar

Nama "Asyura" berasal dari kata 'asyara' (bahasa Arab: sepuluh), merujuk pada tanggal 10 Muharram. Di masyarakat Banjar, bubur ini mencerminkan nilai-nilai gotong royong, keikhlasan berbagi, dan kebersamaan.

Setiap bahan memiliki makna filosofi. Campuran banyak bahan menggambarkan keberagaman dalam satu tujuan, yaitu kebajikan dan kepedulian sosial.

Bubur Asyura Banjar bukan sekadar sajian khas Muharram, tapi juga warisan kearifan lokal yang penuh nilai. Yuk, lestarikan tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya kita. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#bubur asyura #khas banjar #resep bubur asyura