NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Perusakan fasilitas umum berupa pemotongan Jembatan Ribau, penghubung Desa Kina-Jemuat, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, berlanjut ke proses hukum. Aparat turun tangan mengusut kasus tersebut dan memburu pelakunya.
Setelah dilaporkan ke polisi, sejumlah aparat langsung mendatangi lokasi. Petugas mencari bukti dan menggali keterangan saksi terkait kejadian tersebut.
”Urusannya berlanjut ke jalur hukum. Saat ini pihak kepolisian masih melaksanakan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” kata Kandar, Kades Jemuat.
Dia menuturkan, pihak yang turun ke desa pada Rabu (2/7) lalu bukan hanya aparat kepolisian.
Tetapi juga anggota Babinsa, Kades Kina, aparatur Desa Kina dan Jemuat, aparatur Kecamatan Batang Kawa, dan sejumlah tokoh masyarakat dan adat.
”Kami berharap pelakunya bisa ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Harus diberi efek jera, sehingga jembatan bisa segera diperbaiki dan operasional kembali. Kami kesulitan keluar masuk kampung,” ujarnya.
Kandar melanjutkan, pemerintah desa bersama masyarakat siap bergotong royong memperbaiki jembatan tersebut.
Hal itu sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Namun, TKP belum bisa diganggut gugat sebelum proses penyelidikan selesai.
Sementara itu, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono melalui Kabag Humas Polres Lamandau Iptu Herman Panjaitan meminta semua pihak menunggu hasil investigasi.
Jajaran Polsek Delang dibantu Reskrim Polres Lamandau masih melakukan penyelidikan.
Apabila ada perkembangan kasus, pihaknya akan menyampaikan lebih lanjut ke publik melalui media massa.
Dia berharap masyarakat bersabar menunggu kejelasan duduk perkaranya agar tidak muncul informasi yang menyesatkan.
”Setelah semua jelas, kami akan sampaikan ke publik secara utuh, sehingga tidak menimbulkan persepsi liar,” katanya.
Sabotase terhadap akses masyarakat tersebut diketahui Selasa (1/7) lalu.
Warga yang berniat ke Nanga Bulik menggunakan mobil, tak bisa melanjutkan perjalanan setelah melihat jembatan yang berada di dekat SMP Satap 3 Kina itu terbelah dua.
Tak hanya jembatan, akses lain dari sungai juga dihalangi menggunakan kayu pohon.
”Ada bekas potongan. Diduga pakai chainsaw (gergaji mesin, Red). Jalan alternatif yang dari sungai juga dihalangi menggunakan kayu, sehingga tidak ada akses buat lewat sama sekali,” kata Kandar, Selasa lalu.
Insiden tersebut juga menelan satu korban celaka. Kepala Sekolah SMP Satap 3 Kina, jatuh saat melintasi jembatan. Kendaraan roda dua yang digunakannya rusak cukup parah. (mex/ign)
Editor : Gunawan.