SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya masih minim. Jalan Pinang 4 di Kelurahan Mentawa Baru Hilir jadi sasaran oknum warga membuang sampah sembarangan.
Pantauan Radar Sampit, lebih dari 30 bungkus sampah rumah tangga dibuang di pinggir Jalan Pinang 4.
Kabarnya, sampah itu sudah lebih dari enam bulan tak pernah diangkut, bahkan terus bertambah banyak.
"Ulah warga yang buang sampah sembarangan di lingkungan orang sangat tidak patut ditiru," ucap Inor Warga Jalan Pinang 4 yang kesal hampir setiap hari melewati tumpukan sampah.
Meskipun aroma sampah belum sampai menyeruak, ia merasa tak nyaman dengan tumpukan sampah yang mengotori lingkungan.
"Semakin hari tumpukan bertambah banyak dan dibiarkan begitu saja," ujarnya.
Ketua RT 47 RW 7 Mahfud mengatakan, tumpukan sampah itu diduga dibuang oleh oknum warga pada malam hari.
"Sudah lama sampah itu dibiarkan seperti itu. Saya juga tidak bisa memantau setiap saat, bagaimana mencari pelakunya, kalau yang buang sampah kesitu bisa malam hari saat orang sudah tidur," ujar Mahfud saat ditemui Radar Sampit di rumahnya Jalan Pinang 4, Sabtu (28/6).
Warga setempat sudah diberikan pilihan membuang sampah sendiri atau membayar petugas kebersihan mengangkut sampah.
"Kalau yang mau bayar Rp 20 ribu sebulan, sampahnya di taroh di depan rumah, ada petugas kebersihan yang mengangkut. Kalau tidak mau bayar, bisa buang sendiri ke depo," ujar pria berusia 70 tahun yang sudah menjadi Ketua RT selama 40 tahun ini.
Mahfud mengakui kegiatan gotong royong sudah tak pernah dilakukan. Ia hanya memberikan contoh membersihkan selokan dan lingkungan sekitar serta mengajak warga membersihkan lingkungan rumahnya masing-masing.
"Sudah lama tidak gotong royong. Warga saya jumlahnya 155 KK kalau diajak gotong royong kadang susah, kebanyakan alasannya. Ada yang tidak bisa karena bekerja, ada yang rumahnya kosong, apalagi sepanjang Jalan Pinang 4 ini juga kebanyakan warga yang sudah janda duda tua," ujar pensiunan Kemenag tahun 2015.
Di sisi lain, kesadaran warga membersihkan lingkungan masih kurang. Sehingga, ia hanya bisa mengajak dan memberikan contoh kepada warganya agar menjaga lingkungan rumahnya tetap bersih.
"Membangun kesadaran itu hanya bisa dimulai dari diri kita sendiri dulu, saya hanya bisa memberikan contoh jaga kebersihan lingkungan disekitar rumah. Diajak gotong royong enggak mau, giliran ada masalah yang dicari ketua RTnya," ujarnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko