SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Program Sekolah Rakyat yang diluncurkan pemerintah pusat bakal dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pemkab Kotim tengah mempersiapkan Sekolah Perintis sebagai langkah awal sebelum pembangunan Sekolah Rakyat dimulai.
”Alhamdulillah, Kotim disetujui untuk permohonan Sekolah Rakyat di tahap dua ini. Kami diminta menyiapkan lokasi Sekolah Perintis terlebih dahulu. Untuk Sekolah Perintis sementara setahun paling tidak, sebelum tahap pembangunan Sekolah Rakyat. Kami menunjuk Asrama Haji di kompleks Islamic Center,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati, usai mengikuti pertemuan daring bersama Kemensos, Selasa (24/6).
Irawati menjelaskan, Islamic Center dianggap memenuhi syarat untuk menjadi lokasi Sekolah Perintis, karena fasilitasnya yang lengkap.
Di antaranya, ruang belajar, ruang guru, kepala sekolah, perpustakaan, asrama putra dan putri, tempat ibadah, dapur umum, hingga fasilitas olahraga.
Irawati bersama pihak terkait dijadwalkan kembali meninjau lokasi Islamic Center untuk melengkapi dokumen dan data teknis sesuai permintaan Kemensos pada hari ini.
Data tersebut mencakup ukuran ruangan belajar, ruang administrasi, perpustakaan, asrama, hingga rincian daya listrik yang dibutuhkan per ruangan.
”Saat paparan di Kemensos, kami hanya menyampaikan video visual kondisi bangunan. Namun, ternyata diperlukan ukuran detail karena video bisa saja terlihat besar, padahal sebenarnya tidak. Maka kami akan lengkapi dan kirim kembali agar bisa segera diverifikasi,” kata Irawati.
Dalam pertemuan daring yang dipimpin Kepala Biro Umum Kemensos RI Hanif Faisol Nurofiq, disebutkan bahwa tahap dua merupakan penambahan lokasi program Sekolah Rakyat. Total mencakup 102 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Lokasi-lokasi itu akan ditetapkan setelah masing-masing daerah menunjukkan kesiapan sarana dan prasarana sebagai Sekolah Perintis.
Dari Kalimantan Tengah, selain Kotim, juga tercatat Gunung Mas dan Katingan sebagai peserta.
”Namun, berdasarkan hasil paparan kami langsung ke Wakil Menteri Sosial, alhamdulillah Kotim dinilai paling siap. Bahkan beliau mengapresiasi karena fasilitas seperti dapur umum, asrama, dan tempat ibadah sudah ada, seperti boarding school. Ini peluang besar bagi kita,” ujar Irawati.
Setelah disetujui sebagai lokasi Sekolah Perintis, Pemkab Kotim menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan di lahan seluas 6 hektare di kawasan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat. Lahan ini merupakan bagian dari 9 hektare yang juga digunakan untuk rumah susun.
”Kami sudah serahkan lokasi itu ke Kemensos. Sertifikatnya juga akan kami pisahkan, 6 hektare untuk Sekolah Rakyat dan 3 hektare sisanya untuk rusun. Lokasinya strategis, tidak berada di zona larangan terbang, listrik dan PDAM sudah tersedia. Ini lebih efisien daripada lokasi sebelumnya di lingkar utara yang harus bangun jembatan dan infrastruktur dari awal,” jelas Irawati.
Untuk Sekolah Perintis, nantinya direncanakan akan menampung empat rombongan belajar (rumbel), masing-masing dengan 25 siswa.
”Kami sudah ajukan dukungan juga ke Gubernur Kalimantan Tengah dan beliau memberikan surat dukungan yang ditandatangani bahwa untuk Sekolah Rakyat di Kalteng, Kotim lebih dulu yang diajukan. Harapan saya, semoga ini segera mendapat lampu hijau dari Kemensos. Setelah BNNK dan Perpustakaan Daerah berdiri, kini giliran Sekolah Rakyat sebagai warisan bagi generasi mendatang. Ini semua untuk rakyat,” tegasnya.
Setelah melengkapi proposal yang dimaksud, Irawati menambahkan, Kemensos nantinya akan datang ke Kotim untuk melihat langsung kesiapan Sekolah Perintis seperti yang dipaparkan ataupun video yang telah dikirim sebelumnya. ”Dan itu secepatnya,” ujar Irawati. (yn/ign)
Editor : Gunawan.