PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Warga Palangka Raya dihebohkan dengan dua kejadian penemuan jenazah di dua kos atau barak yang berbeda, Kamis (17/4). Diduga dua orang yang meninggal tersebut disebabkan penyakit yang diderita.
Kejadian pertama di Jalan S Parman. Seorang juru parkir, J (40), ditemukan meninggal di kosnya. Korban ditemukan dalam kondisi tak mengenakan pakaian di tempat tidurnya.
Mayatnya pertama kali ditemukan Supartono, penghuni kos lainnya. Dia awalnya berniat memeriksa kondisi J yang tengah sakit.
”Sejak kemarin (Rabu, Red) korban mengeluh sakit dan sempat dibawa berobat. Namun, ia menolak karena tidak ada biaya,” ucapnya.
Mendapati korban yang terbujur kaku, Supartono kemudian menutupi jenazah J dengan selimut dan memberitahu tetangga. Menurut Supartono, J menderita penyakit kronis, hernia.
”Dia menyewa barak tersebut selama kurang lebih satu tahun dan hidup sendiri. Dia bekerja sebagai juru parkir di Jalan S Parman, dekat Pasar PU dan belum menikah,” kata Supartono.
Selang beberapa jam kemudian, seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi Palangka Raya ditemukan meninggal di kamar kosnya, Jalan Bukit Keminting II, sekitar pukul 14.15 WIB.
Mahasiswa berinisial JS (23) itu pertama kali ditemukan penghuni kos lainnya dalam kondisi tertelungkup dan terbujur kaku di dalam kamar.
”Ada yang sempat melihat korban. Dia masih mengenakan pakaian lengkap dengan baju dan celana jeans. Namun, tubuhnya seperti tidak bergerak sama sekali,” kata Ina, salah satu penghuni kos.
Curiga dengan kondisi korban yang tak wajar, salah satu penghuni segera melapor ke pengelola kos untuk mengecek kondisi kamar korban.
”Sempat dipanggil berulang kali, namun tidak ada jawaban. Hingga akhirnya pihak pengelola kos melapor ke pihak yang berwajib,” katanya, yang menyebutkan korban memiliki riwayat penyakit asam lambung.
Aparat Polresta Palangka Raya bersama Tim Evakuasi BPK Putra Pahandut langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD dr Doris Sylvanus untuk dilakukan visum. Hasil visum awal, tak ada tanda kekerasan di kedua jenazah tersebut. (sbn/ign)
Editor : Slamet Harmoko