SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya terus berupaya melindungi masyarakat dalam mewujudkan keamanan pangan, terutama selama bulan Ramadan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengawasan terhadap takjil yang dijual oleh masyarakat melalui mobil laboratorium keliling.
Hal tersebut sebagai upaya melindungi masyarakat dari makanan berbahaya, mengingat pada 2023 lalu Sampit pernah dihebohkan kasus keracunan takjil yang sampai merenggut nyawa.
Pada Rabu (12/3), tim mobil laboratorium keliling BBPOM di Palangka Raya yang dipimpin oleh Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi BBPOM Palangka Raya Astry Talenta Betharia.
Mereka bergerak ke tiga lokasi utama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang menjadi pusat penjualan takjil Ramadan, yaitu seputaran Pasar Al Kamal, Pasar Keramat dan Pasar Wadai/Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit.
Dalam pengawasan ini, BBPOM mengambil 25 sampel makanan dan minuman yang terdiri dari berbagai jenis kudapan, gorengan, pempek, jajanan pasar, serta minuman berwarna merah.
Seluruh sampel tersebut langsung diuji menggunakan metode pengujian cepat untuk mendeteksi adanya kandungan bahan berbahaya.
Pengujian dilakukan terhadap 4 parameter uji bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow.
Hasil pengujian cepat menunjukkan seluruh sampel yang diambil memenuhi syarat (MS), atau bebas dari bahan berbahaya.
Hal ini menjadi indikasi positif bahwa para pedagang semakin sadar akan pentingnya penggunaan bahan tambahan pangan yang aman dan sesuai regulasi.
”Setelah diperoleh hasil pengujian, kami langsung melakukan pemasangan stiker pada lapak pedagang yang menyatakan bahwa pangan yang dijual pada tanggal tersebut bebas dari empat bahan berbahaya. Ini sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat agar mereka merasa aman dalam membeli dan mengonsumsi takjil Ramadan," ujar Astry. (yn/ign)
Editor : Gunawan.