Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ketua DPRD Kotim Sebut Program Alat Berat Kecamatan Gagal, Ternyata Ini Penyebabnya

Rado. • Jumat, 7 Maret 2025 | 11:41 WIB
TAK DIRAWAT: Salah satu alat berat bantuan untuk kecamatan yang tak terawat. IST/RADAR SAMPIT
TAK DIRAWAT: Salah satu alat berat bantuan untuk kecamatan yang tak terawat. IST/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun mendapati sejumlah alat berat di sejumlah kecamatan mengalami kerusakan berat dan tidak terawat. Padahal, alat itu masih berusia dua tahun, namun tidak dipelihara dengan baik.

”Saya menyebutkan program alat berat di setiap kecamatan itu gagal, karena dari beberapa alat yang dihibahkan ke kecamatan, ternyata kondisinya memprihatinkan. Tentunya ini ada yang salah dalam pengelolaannya,” kata Rimbun, kemarin (6/3).

Rimbun mencontohkan alat berat di Kecamatan Cempaga Hulu yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Alat itu dibiarkan di luar ruangan terkena hujan dan panas. Bahkan, mulai dikelilingi semak belukar di sekitarnya.

”Ada beberapa kecamatan yang saya terima laporan, setelah alat berat dipakai tidak pernah dikelola. Mereka menganggap barang ini seperti sampah yang nilainya bukan miliaran rupiah,” katanya.

Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk pengadaan alat berat itu bersumber dari APBD Kotim yang nilainya mencapai puluhan miliar.

”Mereka tidak tahu atau memang tidak bisa mengelola. Satu alat berat ini nilainya miliaran. Bayangkan, berapa anggaran untuk pengadaan, tetapi berakhir dengan kondisi tidak ada pihak yang bertanggung jawab sama sekali,” tegas Rimbun.

Dia mendesak Bupati Kotim segera mengevaluasi alat berat tersebut, termasuk pihak yang mengelolanya selama ini.

”Apakah alat berat ini ditarik semua ke kabupaten dan serahkan ke PUPR atau DLH untuk mengelolanya lagi, karena kalau semuanya seperti ini, artinya kecamatan tidak mampu mengelolanya,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, petunjuk teknis pengelolaan alat berat harusnya direvisi, sehingga kejadian tersebut tidak terulang.

”Perlu diketahui. Yang menggunakan dan merasakan manfaat alat berat selama ini hanya sekelompok orang, sementara masyarakat kecil masih berladang secara manual,” katanya.

Seluruh kecamatan sebelumnya telah mendapatkan alat berat jenis ekskavator tersebut. Program ini awalnya untuk membantu masyarakat membuka akses jalan ke sentra pertanian membuka lahan.

Akan tetapi, pelaksanaan program tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Alat berat itu disebut-sebut kerap digunakan pemilik lahan besar untuk membuka lahan kelapa sawit di wilayah masing-masing. (ang/ign)

 

Editor : Slamet Harmoko
#Berita Sampit #kecamatan #Rimbun #alat berat #kotim #Ketua DPRD Kotim #kalteng