SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 dan HUT PWI ke-79 tahun menjadi momentum yang tepat untuk menjalin silaturahmi dan berbagi terhadap sesama yang membutuhkan.
Duka korban kebakaran di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di kawasan eks Kamar 20 dan Gang Delima Kuning, Jalan Muchran Ali dan Jalan Kamar 20 masih dirasakan.
Peristiwa kebakaran yang terjadi Jumat (31/1) lalu, hanya meninggalkan sisa puing bangunan yang menghitam. Seluruh harta benda dan bangunan hangus terbakar, rata dengan tanah.
Musibah yang menimpa para korban mengetuk kesadaran PWI dan Polres Kotim untuk berbagi bantuan dan bingkisan.
Ketua PWI Kotim Siti Fauziah bersama Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyerahkan langsung bantuan kepada korban kebakaran di dua lokasi yang berbeda.
”Alhamdulillah, PWI Kotim bersama Polres Kotim berkesempatan berkunjung melihat kondisi korban kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan yang diharapkan bisa bermanfaat," kata Fauziah.
Kegiatan bakti sosial penyerahan bantuan untuk korban kebakaran ini juga didukung penuh Polres Kotim.
”Penyerahan bantuan korban kebakaran ini dalam rangka HPN 2025 dan HUT PWI Ke-79 tahun. Kami berharap melalui rangkaian kegiatan HPN yang kita gelar bersama Polres Kotim dapat terus mempererat sinergitas dan kebersamaan antara insan pers PWI Kotim dan jajaran anggota Polres Kotim," ujarnya.
Kapolres Kotim Resky Maulana Zulkarnain menambahkan, bakti sosial tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kepada korban kebakaran.
”Seperti yang disampaikan Ketua PWI Kotim, kegiatan ini dalam rangka peringatan HPN. Kami harapkan bantuan ini dapat bermanfaat dan warga yang menjadi korban kebakaran dapat tabah menghadapi cobaan ini," kata Resky.
Resky juga mengimbau masyarakat Kotim untuk terus waspada terhadap bahaya api yang dapat menimbukan kebakaran.
”Saya terus imbau dan ingatkan kepada warga Kotim untuk memastikan kondisi rumahnya dalam kondisi aman. Sebelum meninggalkan rumah pastikan kompor gas sudah dimatikan dan peralatan elektronik yang terhubung ke listrik agar dicabut untuk menghindari bahaya kemungkinan terjadinya korsleting listrik," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.