SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Mahalnya harga gas elpiji subsidi 3 kilogram yang dijual eceran di Kabupaten Kotawaringin Timur sebagian besar disebabkan para pedagang membeli dari perantara atau pelansir.
Harga yang dijual pada masyarakat akhirnya naik berkali lipat, meski barang itu telah disubsidi pemerintah.
”Sulit beli di pangkalan. Kadang bisa enggak mau jualin. Jadi, belinya lewat pelansir yang mengantar ke warung. Itu pun tak banyak. Sehari cuma lima tabung. Dia jual Rp 33 ribu, saya ambil untung Rp2 ribu. Saya jual lagi harga Rp35 ribu per tabung," ujarnya seorang pedagang elpiji subsidi di Jalan Sukabumi, Sampit, kemarin (4/2).
Meski hanya dapat jatah sedikit, ia tetap menerima untuk memenuhi permintaan pasar. ”Karena banyak masyarakat yang cari, ya saya usahakan adakan jual gas elpiji. Walaupun tak bisa jual banyak, yang penting ada," jelasnya.
Harga gas subsidi yang dijual eceran memang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemkab Kotim sebesar Rp22 ribu.
Pengamatan Radar Sampit, rata-rata warung yang menyediakan gas elpiji subsidi maksimal hanya menjual sekitar lima tabung. Adapun ketersediaannya kini sulit didapat sejak beberapa hari terakhir. Sebagian warung eceran memberikan keterangan bertuliskan "Habis" dan "Kosong".
Penjualan gas elpiji subsidi di Kota Sampit gampang-gampang susah didapat. Jangankan di eceran, tingkat pangkalan saja sering kosong.
Kalaupun tersedia, sebagian pangkalan akan menanyakan pembeli untuk memastikan domisili sesuai KTP dan memastikan masyarakat yang mau membeli elpiji sudah terdaftar dalam sistem Merchant Application Pertamina (MAP).
Sebagai informasi, PT Pertamina Patra Niaga telah mencatat per Januari 2025 ada sekitar 60 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP yang sudah terdaftar masuk dalam data sistem MAP sebagai pengguna gas elpiji 3 kg.
Sistem MAP digunakan di seluruh pangkalan elpiji 3 kg di seluruh Indonesia sebagai upaya untuk memastikan gas elpiji 3 kg disalurkan tepat sasaran sesuai peruntukkannya.
Tembus Rp50 Ribu
Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Kapuas. Sejumlah warung maupun toko yang biasanya menjual elpiji 3 kg mulai langka. Kalau pun ada, harganya melejit jauh dari harga eceran tertinggi.
”Biasanya Rp25 ribu paling mahal kalau beli di warung eceran. Tapi, ada juga yang sampai Rp35-50 ribu. Itu pun syukur kalau ada,” kata Wati, pedagang warung makan di Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas.
Sementara itu, pantauan di agen resmi elpiji 3 kg di Jalan Barito, Kuala Kapuas, mobil yang membawa tabung gas baru tiba. Namun, tak ada antrean warga yang menunggu mendapatkan gas tersebut. Hal yang tak biasa di tengah kelangkaan yang terjadi.
Setelah ditelusuri, gas elpiji subsidi tersebut diperuntukkan bagi pembeli sekitar dan dibatasi. Warga harus menunjukkan KTP untuk bisa mendapatkan gas tersebut seharga Rp23 ribu.
”Harus pakai KTP. Terdata dan ada waktu-waktu tertentu gas dijual,” kata Novri, warga yang berniat membeli elpiji 3 kg di pangkalan. (hgn/sbn/ign)
Editor : Slamet Harmoko