KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Rabu (22/1) lalu menjadi hari paling nahas bagi Gadeonsin (57) dan iparnya, Muliadi (51). Dua pekerja tambang emas di Sei Drajoi, Desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) itu terkubur hidur-hidup saat tanah longsor melanda.
Berbagai upaya evakuasi terus dilakukan tim gabungan, terdiri dari personel Polres Gumas, Polsek Kahayan Hulu Utara, Koramil Tumbang Miri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dibantu masyarakat dan keluarga korban.
”Upaya evakuasi kedua korban terkendala cuaca hujan disertai angin kencang yang sering terjadi di lokasi. Ini menyulitkan tim gabungan untuk mencari korban," ucap Kapolres Gumas AKBP Theodorus Priyo Santosa, melalui Kapolsek Kahayan Hulu Utara Ipda Muklisin, Minggu (25/1).
Dia mengatakan, fokus utama dalam pencarian, yakni membersihkan batang pohon yang tumbang, dan menggali area di sekitar pondok korban yang tertimbun longsor. Tim evakuasi juga harus berhati-hati karena kondisi medan yang berbukit.
”Dengan kondisi terus hujan, dikhawatirkan akan membuat tanah di sekitar lokasi semakin labil dan membahayakan tim evakuasi yang berjumlah 37 orang," ujarnya.
Selain itu, fokus lainnya adalah pencarian tempat yang aman bagi tim evakuasi untuk beristirahat. Apalagi sekarang ini, mereka harus berjalan kaki sekitar 1,5 jam dari tempat beristirahat ke lokasi tanah longsor.
”Sebelumnya upaya pendirian tempat istirahat di sekitar lokasi kejadian terkendala kondisi tanah yang curam dan rawan longsor. Kami terus mencari lokasi yang lebih aman beristirahat cukup dan memaksimalkan upaya evakuasi," terangnya.
Dia melanjutkan, proses pencarian korban masih dilakukan secara manual dengan menggali timbunan tanah longsor. Sembari menunggu alat berat yang telah didatangkan.
”Kami berharap cuaca mendukung, sehingga proses pencarian korban berjalan lebih lancar. Kerja sama dan dukungan dari semua pihak sangat diharapkan dalam upaya evakuasi," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gumas Atis menuturkan, tanah longsor yang terjadi itu murni karena faktor alam. Intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan struktur tanah menjadi labil.
”Petugas BPBD juga sudah berada di lokasi kejadian dan bergabung dengan tim gabungan untuk lakukan pencarian dan evakuasi kedua warga yang hilang," katanya. (arm/ign)
Editor : Slamet Harmoko