Identitas Mayat Tergantung di Kandang Ayam Terungkap, Ternyata Karyawan Perusahaan di Pangkalan Banteng
Koko Sulistyo• Senin, 13 Januari 2025 | 20:08 WIB
Mayat tergantung sudah mulai membusuk itu ditemukan di dalam kadang peternakan ayam yang berada di tengah kebun kelapa sawit, Senin (13/1/2025).
PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Identitas dan asal usul mayat yang ditemukan membusuk dan tergantung di kandang ayam di Desa Persiapan Sumber Sari, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Senin (13/1/2025) telah terungkap.
Jenazah laki-laki itu juga langsung dimakamkan hari ini juga oleh pihak keluarga.
Informasi dihimpun radar sampit diketahui bahwa jenazah tersebut berinisial AFP yang merupakan karyawan di salah satu ekspedisi yang berkantor di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng.
Terungkapnya identitas jenazah itu diketahui setelah informasi menyebar dan pimpinan perusahaan ekspedisi mengabarkan kepada keluarga AFP.
Kapolsek Pangkalan Banteng bersama anggotanya langsung meluncur ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi penemuan mayat tersebut.
Sementara itu W, salah seorang anggota keluarga AFP menegaskan bahwa jenazah yang ditemukan tergantung dengan selembar kain itu merupakan bagian dari keluarga mereka.
"Positif keluarga kami, keluarga juga sudah ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, namun kami belum mengetahui apa yang melatarbelakangi hingga almarhum sampai nekat berbuat begitu," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa saudaranya tersebut bekerja di perusahaan ekspedisi pengiriman paket yang ditempatkan di Pangkalan Banteng serta mempunyai konter.
Staf Kecamatan Pangkalan Banteng, Surono membenarkan peristiwa penemuan mayat di wilayah administrasinya.
"TKP di desa persiapan Sumber Sari di kandang ayam di tengah kebun sawit, di belakang perumahan BTN," ungkapnya. (tyo/sla)
Informasi dalam artikel ini tidak bermaksud untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa.
Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan diri ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.