PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Warga Desa Persiapan Sumber Sari, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang tergantung dengan kain mirip selendang.
Mayat yang sudah mulai membusuk itu ditemukan di dalam kadang peternakan ayam yang berada di tengah kebun kelapa sawit, Senin (13/1/2025).
Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut, mengenakan baju warna hijau dan bercelana panjang hitam. Kondisi mayat membusuk dengan wajah sudah mulai menjadi tengkorak, dan mengeluarkan bau tidak sedap yang menyengat.
Identitas dibalik sosok mayat tergantung tersebut belum diketahui, mengingat kondisinya sudah susah dikenali.
Kapolsek Pangkalan Banteng bersama anggotanya langsung meluncur ke lokasi kejadian setelah mendapat informasi penemuan mayat tersebut.
Informasi dihimpun, penemuan mayat tersebut bermula ketika, Surya yang merupakan karyawan panen sedang melakukan aktivitas pemanenan buah kelapa sawit milik Slamet Tarso.
Saat itu Surya mencium bau busuk yang sangat menyengat yang bersumber di sekitar kandang ayam yang sudah tidak digunakan.
Kemudian Surya melakukan pengecekan sumber bau tersebut di dalam kandang ayam dan ia melihat sosok hitam yang menggantung di atap kandang ayam dengan kondisi yang sudah membusuk.
Saat ini belum diketahui identitas dari korban, dan mayat telah dievakuasi dan di bawa ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk dilakukan visum. Peristiwa penemuan mayat masih dalam penyelidikan kepolisian dari Polsek Pangkalan Banteng.
Staf Kecamatan Pangkalan Banteng Surono membenarkan peristiwa penemuan mayat di wilayah administrasinya.
"TKP di Desa Persiapan Sumber Sari di kandang ayam di tengah kebun sawit, di belakang perumahan BTN," tandasnya. (tyo/sla)
Informasi dalam artikel ini tidak bermaksud untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa.
Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan diri ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Editor : Slamet Harmoko