Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tolak Jalan Perdamaian, Keluarga Korban Rudapaksa di Kalteng Kukuh Perjuangkan Keadilan

Radar Sampit • Jumat, 10 Januari 2025 | 08:45 WIB

Ilustrasi Pencabulan/Jawa Pos Radar Bali
Ilustrasi Pencabulan/Jawa Pos Radar Bali

Sempat Ditawari Mobil dan Sejumlah Uang untuk Cabut Laporan

Radarsampit.jawapos.com - Tragedi pemerkosaan terhadap seorang anak merupakan kejahatan kemanusiaan yang wajib menjadi perhatian.

Penegakan hukum tanpa kompromi menjadi jalan agar keadilan ditegakkan. Penghormatan bagi korban yang telah beristirahat dalam keabadian.

Nestapa seorang anak di bawah umur di Kota Sampit tak berhenti setelah jadi korban pemerkosaan. Harga diri korban dan keluarga kian dilecehkan dengan upaya perdamaian yang diusahakan terduga pelaku.

Paman korban, IM, mengungkapkan, pihak terduga pelaku sempat menawari uang sebesar Rp7,5 juta, asalkan keluarga korban mencabut laporan perkara di kepolisian. Namun, tawaran itu langsung ditolak mentah-mentah.

”Saya sempat emosi. Marah karena berdamai tanpa ada proses hukum dan saya katakan balik saat itu. Kalau anak mereka yang kami perkosa dan kami bayar dengan uang Rp7,5 juta, bagaimana perasaannya?” ujar IM.

IM menuturkan, pihaknya berusaha memperjuangkan keadilan terhadap korban dengan menyeret pelakunya untuk bertanggung jawab secara hukum. Akan tetapi, penanganan kasusnya justru berlarut-larut di kepolisian.

Meski dibekap banyak keterbatasan, pihak keluarga terus memantau perkara. Bahkan, orang tua korban kerap pulang-pergi ke Polres Kotim hanya untuk menanyakan progres penanganan perkara.

Akan tetapi, lanjut IM, pihak yang menangani kasus terkesan menghindar. Hampir dua tahun berjalan, kepergian anak perempuan yang seharusnya saat ini sudah berada di kelas II SMP itu, belum ada kejelasan penyelesaiannya. Saat tragedi menimpanya, korban saat itu masih duduk di kelas 6 SD.

Lebih lanjut IM mengatakan, jalan perdamaian yang diusahakan terduga pelaku tak berhenti hanya pada uang.

Pihak keluarga sempat ditawari satu unit mobil, ditambah sejumlah uang supaya perkara itu bisa selesai.

Akan tetapi, kata IM, pihaknya kembali menolak. Setelah penolakan itu, pihak keluarga justru kerap diteror melalui ponsel.

Ironisnya, ungkap IM, ada oknum yang dengan tega mengatakan kasus tersebut tidak akan diproses. Apalagi korban tergolong masyarakat ekonomi kelas bawah.

Menurut IM, ibu korban sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Apalagi buah hatinya meninggal dunia beberapa bulan setelah kejadian.

Peristiwa kelam yang menimpa korban terjadi pada 19 Mei 2023. Pelaku yang merupakan tetangga korban, melancarkan aksinya di sebuah rumah di wilayah Kelurahan Baamang Tengah, sekitar pukul 15.30 WIB.

Pemerkosaan terjadi setelah korban pulang sekolah. Korban lalu bermain di lingkungan sekitar rumahnya.

Terduga pelaku mendatangi dan membujuk korban, lalu membawanya ke sebuah rumah di Baamang Tengah.  Saat itulah pelaku melampiaskan nafsu biadabnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, orang tua korban mendapat telepon dari seorang pemilik warung di sekitar lokasi kejadian.

Menurut pemilik warung tersebut, korban sembunyi di warungnya dengan kondisi ketakutan dan terlihat memprihatinkan.

Korban juga sempat menelepon ibunya dan mengaku sedang bersembunyi setelah lari dari tempat kejadian. Orang tua korban langsung bergegas menjemput koban.

Korban kemudian menceritakan semua yang dialaminya hingga membuat pihak keluarga terpukul. Pihaknya kemudian langsung melapor ke Polres Kotim dan korban divisum.

Sejak kasus itu mencuat, terduga pelaku menghilang. Di sisi lain, korban justru menghadapi situasi kian pelik. Isu yang berembus di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, pelaku justru diperkosa ayah tirinya.

Padahal, saat kejadian berlangsung, ayah tiri korban tengah bekerja sebagai buruh di kebun. Kabar miring tersebut dibantah pihak keluarga.

Di tengah perkara yang tak kunjung selesai, korban mengalami depresi. Korban sering menyendiri dan tak mau keluar rumah. Tiga bulan setelah kejadian memilukan yang menimpanya, korban meninggal dunia.

”Makanya keluarga kami sangat terpukul dengan kejadian ini, karena belum terungkap kasusnya di mata hukum,” kata paman korban. (rs)

Editor : Slamet Harmoko
#keadilan #perdamaian #keluarga korban #perjuangkan #Rudapaksa #kalteng #pemerkosaan #jalan