Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tersinggung Omongan, Yuni Dibacok Tetangga

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 20 Desember 2024 | 04:05 WIB
RAWAT MEDIS : Yuni (40) korban pembacokan menjalani perawatan medis di rumah sakit Muhammadiyah Palangka Raya. DODI/RADAR PALANGKA
RAWAT MEDIS : Yuni (40) korban pembacokan menjalani perawatan medis di rumah sakit Muhammadiyah Palangka Raya. DODI/RADAR PALANGKA

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com - Pengalaman pahit dan menyakitkan dirasakan Yuni (40). Dirinya dibacok seorang pria yang ia kenal dan masih tetangga.

Serangan itu mengakibatkan bagian tangan korban luka parah dan banyak mengeluarkan darah.

Beruntung, nyawanya tidak sampai melayang dan korban segera dievakuasi ke rumah sakit Muhammadiyah, Palangka Raya untuk diobati.

Tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan (Anirat) itu terjadi di Jalan G Obos Induk, tepatnya di depan gerbang Perumahan Villa Tirta Emas, Palangka Raya, Kamis (19/12/2024) siang.

Tidak ada barang berharga hilang, namun diduga pembacokan itu lantaran pelaku dendam terhadap korban.

Kejadian usai korban mengambil pesanan kue di warung milik istri pelaku, Kasus ini masih dalam pengembangan aparat Kepolisian.

Petugas masih melakukan pengejaran kepada pelaku yang identitasnya telah diketahui. Pelaku baru saja bebas dari penjara dan diduga tersinggung kepada korban lantaran menagih uang jualan ke istri pelaku.

Korban, Yuni mengatakan, sebenarnya ia dan pelaku tidak ada permasalahan. Namun  sebelum kejadian, istri pelaku sempat kabur dari warung dan terlihat terburu-buru. Diduga terjadi cekcok antara kedua pasangan tersebut.

“Itu tentang uang setoran dan kue. Pelaku berada di lokasi. Perselisihan bermula di lapak. Kenapa punya saya tidak dihitung? Tanya saya, pelaku menjawab dengan tuduhan bahwa saya berkata kasar," ungkap Yuni saat dijumpai di rumah sakit.

Ujar Yuni, pelaku merasa tersinggung dan menantangnya. Istrinya mencoba menengahi pertengkaran. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan lapak.

Sewaktu korban membeli pulsa, melihat pelaku membuntutinya. Saat berputar balik, pelaku langsung membacoknya.

“Saya melihat pelaku dari spion motor, ternyata pelaku membuntuti, kemudian secara tiba-tiba saya ditendang dan dibacok. Kalau saya tidak lari menyelamatkan diri, mungkin sudah mati. Kalau saya tidak keluar toko mungkin juga tidak terjadi. Saya syok dan tidak menyangka,” ujar Yuni.

Yuni mengatakan, akan melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian, lantaran luka parah di bagian lengan dan membuat nyawanya terancam.

”Saya korban dan semoga yang bersangkutan (pelaku) segera ditangkap,” harapnya. (daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#pembacokan #anirat