Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, serta pihak kepolisian, TNI AD,TNI AU Lanud Iskandar Pangkalan Bun, turun ke lokasi banjir rob di Desa Keraya menerjunkan personelnya, untuk membantu warga yang terdampak.
Lantaran angin kencang, disertai gelombang pasang yang menerjang pesisir terpadu yang membawa material pasir, lumpur dan sampah-sampah hingga jalan poros dan halaman rumah warga menjadi kotor.
“Upaya tim gabungan, mereposisi bagian yang tersapu air laut, untuk warga diimbau agar tetap tenang, waspada dengan banjir susulan, jauhkan terminal listrik dalam jarak aman serta hubungi aparat teritorial jika dibutuhkan, serta mengutamakan keselamatan serta mengamankan barang berharga," kata Danlanud Iskandar Letkol Pnb David Moningka, yang turut terlibat penanganan rob tersebut.
Diungkapkannya, rob terparah terjadi di Desa Keraya, air laut naik hingga ke jalan raya dan mengikis tanah sepanjang puluhan meter, menambah parah abrasi yang selama ini menjadi momok bagi warga pesisir.
Selain itu, banjir rob juga membuat jalan di RT 01, Desa Keraya yang semula sudah terdampak abrasi mengalami penambahan abrasi. Akses jalan penghubung antara Desa Keraya dan Desa Sebuai Timur sepanjang 175 meter mengalami kerusakan karena abrasi oleh ombak laut.
"Upaya sementara membenahi tanggul dari karung berisi pasir yang porak poranda, kita susun kembali agar bisa menahan ombak," pungkas David Moningka. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama