Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Berkah Nelayan saat Pantai Bakau Surut

Koko Sulistyo • Minggu, 24 November 2024 | 15:36 WIB
Nelayan Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. (TYO/RADAR SAMPIT)
Nelayan Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini. (TYO/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Surutnya Pantai Sungai Bakau di Bugam Raya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, membawa berkah bagi nelayan setempat.

Nelayan cari ikan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan jaring tarik manual yang dioperasikan oleh minimal dua orang.

Salah seorang nelayan Desa Sungai Bakau Yogiansyah sesuai melaut menceritakan, alat tangkap jaring tarik merupakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan, alat tangkap ini dilengkapi dengan pemberat atau biasa disebut tali ris yang diikatkan pada bagian atas dan bawah jaring.

"Jadi jaring ini ditarik dua orang secara bersamaan ke gosong atau daratan yang timbul di tengah laut, untuk mempermudah mengambil ikannya," terangnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan ikan dengan hasil yang maksimal, pukat atau jaring sepanjang 25 meter tersebut,  digunakan ketika air surut. Sekali tarik, tidak kurang lima belas kilogram ikan bisa didapatkan.

Biasanya ikan yang didapatkan jenis ikan belanak, udang, ikan krepes dan bila beruntung bisa mendapatkan lobster.

"Jaring diturunkan selama dua jam kemudian kita angkat dan tarik ke gosong, lumayan sekali tarik bisa lima belas kilogram ikan berhasil kita angkat," bebernya.

Selain menangkap ikan dengan jaring tarik manual, dia bersama keluarga juga kerap mencari kerang laut seperti lokan, dan juga kepiting bau dengan alat tangkap Bubu. (tyo/yit)

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#kumai #kobar #ikan #bakau #nelayan #kalteng #pantai