SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Salah satu pohon lapuk di belakang SDN 1 Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur tumbang menimpa gedung sekolah pada Kamis (7/11/2024) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kejadian itu berlangsung saat Kepala SDN 1 Tumbang Gagu, Teras sedang dalam gedung tersebut menyelesaikan laporan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
"Sudah dua hari ini, murid di SDN 1 Tumbang Gagu melaksanakan ANBK. Namun, sekitar 13.20 WIB, terjadi ganggunan sinyal internet, sehingga pihak sekolah memulangkan para murid dan guru dan berencana melanjutkan ANBK sore hari setelah internet kembali stabil. Namun, kepala sekolah tetap tinggal di ruang kantor untuk menyelesaikan laporan ANBK," kata Bahara Iyut Guru di SDN 1 Tumbang Gagu.
Akibat kejadian itu Kepala SDN 1 Tumbang Gagu tertimpa pohon tumbang dan melukai pelipis kepala bagian kanan.
"Kondisi beliau mengalami luka di bagian kepala dan saat ini masih trauma. Karena kejadian tanpa disadari, korban tidak sempat menghindar," ujarnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kotim Rihel yang lebih dulu mengabarkan melalui pesan grup yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sekitar pukul 14.33 WIB.
Informasi tersebut kemudian direspons cepat oleh Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam dibantu Sekretaris BPBD Arief untuk mendalami kronologis kejadian.
"Kami sudah berkomunikasi dengan guru dan Pak Deberso Kades Tumbang Gagu. Diperkirakan pohon tumbang itu sudah lapuk ditambah kemarin Tumbang Gagu sempat mengalami banjir dan hari ini sudah surut dan mengakibatkan tanah menjadi gembur yang menyebabkan pohon tumbang tidak dapat menahan berat pohon," kata Arief Sektetaris BPBD Kotim, Kamis (7/11).
Akibat pohon tumbang, bangunan kantor SDN 1 Tumbang Gagu mengalami rusak berat, 2 laptop ANBK, 1 printer, 1 proyektor, sejumlah meja kursi mengalami kerusakan.
"Saat kejadian pohon tumbang cuaca dalam kondisi cerah dan tidak ada angin kencang. Jatuhnya pohon secara tiba-tiba. Kades Tumbang Gagu belum berani masuk menghitung jumlah kerugian lebih rinci, tetapi kejadian ini sudah diketahui Dinas Pendidikan Kotim dan akan dilakukan perhitungan lebih rinci kerusakan dan kerugian akibat musibah pohon rubuh yang menimpa bangunan atap sekolah," pungkasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko