Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Serunya Debat Perdana Kandidat Pilkada Kobar, Saling 'Serang' Program Unggulan

Syamsudin Danuri • Kamis, 7 November 2024 | 15:57 WIB
SERU: Suasana debat perdana calon pasangan calon bupati dan wakil bupati Kotawaringin Barat tahun 2024 di studio Metro TV Jakarta.
SERU: Suasana debat perdana calon pasangan calon bupati dan wakil bupati Kotawaringin Barat tahun 2024 di studio Metro TV Jakarta.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Debat perdana calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang digelar KPU Kobar dan disiarkan Metro TV Jakarta berlangsung seru.

Debat yang mengusung tema ”Membangun Kotawaringin Barat Lebih Maju, Jaya, dan Bermartabat” itu diikuti dua pasang calon, yakni pasangan nomor urut 1 Rahmat Hidayat-Eko Soemarno dan pasangan nomor urut 2 Nurhidayah-Suyanto.

Dalam pemaparan visi-misinya, Rahmat mengatakan, pihaknya memiliki visi Kobar Bersahabat yang memiliki arti berkah, sejahtera, dan bermartabat.

Misinya, menjaga dan memperkuat nilai kebaikan, keberkahan dalam aspek sosial, budaya maupun spiritual.

”Dan yang lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi yang berkeadilan dengan meningkatkan peluang kerja memberdayakan sektor strategis yang berkelanjutan,” katanya.

”Kemudian mengembangkan orientasi berkelanjutan demi memastikan melestarikan lingkungan dan sumber daya alam bagi generasi mendatang," tambahnya lagi.

Adapun paslon 2, Nurhidayah-Suyanto yang mengenakan pakaian adat talok belanga mengatakan, pihaknya membawa visi Kobar makin jaya, maju, dan kinerja berkelanjutan menuju kejayaan.

Pasangan ini membawa lima misi besar yang memprioritaskan peningkatan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas, mendorong kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan dan hilirisasi potensi daerah, mewujudkan potensi daerah, mewujudkan keamanan daerah, serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

”Juga meningkatkan kualitas birokrasi melalui tata pemerintahan yang bersih efektif, demokrasi dan transparan berbasis teknologi informasi," katanya.

Dalam sesi debat, dua paslon saling bertanya mengenai strategi pelaksanaan program unggulan yang telah mereka disusun.

Salah satu topik yang mencuri perhatian adalah pertanyaan yang diajukan calon wakil bupati Suyanto terkait janji paslon nomor urut 1 untuk meningkatkan alokasi dana desa (ADD) hingga 100 persen.

Menurut Suyanto, program ini terkesan mustahil apabila merujuk regulasi yang ada saat ini.

Dia menilai peningkatan ADD secara signifikan memerlukan kajian dan penyesuaian dengan kebijakan pemerintah yang lebih luas.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, calon Bupati Nurhidayah juga melontarkan pertanyaan mengenai program Kartu Kobar Bersahabat yang sudah dibagikan kepada puluhan ribu masyarakat.

Dia menginginkan penjelasan lebih lanjut mengenai kelanjutan program tersebut, terutama terkait dengan kriteria penerima dan sumber dana yang digunakan.

Hal ini mengundang perhatian publik, karena program tersebut sudah menjadi salah satu unggulan dalam visi misi paslon 1.

Menanggapi pertanyaan terkait Kartu Kobar Bersahabat, Rahmat Hidayat menjelaskan, pihaknya telah melakukan sinkronisasi program tersebut dengan berbagai program pemerintah pusat dan provinsi, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Menurut Rahmat, integrasi ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan sosial dan kesehatan.

”Program dalam kartu Kobar Bersahabat sudah kami sinkronisasi dengan program-program pemerintah pusat maupun provinsi,” tegas Rahmat.

Terkait ADD, Rahmat menuturkan, peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) adalah langkah utama untuk memastikan peningkatan alokasi dana desa.

Salah satu cara yang akan dilakukan dengan mengoptimalkan potensi pajak daerah, serta mengembangkan sektor ekonomi di Kobar.

”Kami akan mengembangkan sentra ekonomi lokal dan memaksimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang sudah ada, namun belum dikelola secara maksimal. Karena sudah ada Perda tentang CSR, tetapi peraturan turunannya belum dibuat," kata Eko melengkapi jawaban Rahmat.

Saat diberi kesempatan bertanya, Rahmat Hidayat juga menggali informasi lebih lanjut mengenai langkah pesaingnya dalam meningkatkan target pendapatan daerah.

Menurutnya, berdasarkan data RPJMD, Kobar ditargetkan meraih PAD hingga mencapai Rp2,5 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, berdasarkan data sebelumnya, banyak item pajak yang tidak dapat mencapai target yang diharapkan.

Hal ini menunjukkan perlunya terobosan baru dalam meningkatkan kapasitas ekonomi daerah.

Menanggapi hal ini, Suyanto, cawabup paslon 2 menyatakan rencananya untuk memanfaatkan digitalisasi dan teknologi informasi dalam pengelolaan pajak daerah.

Dengan pendekatan ini, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak mereka.

Selain itu, Suyanto juga menegaskan, evaluasi terhadap peraturan pajak daerah akan dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak.

Sementara itu, Ketua KPU Kobar Chaidir mengatakan, debat perdana tidak hanya menjadi ajang bagi kedua paslon untuk saling bertanya, tetapi juga memberi gambaran yang jelas tentang program dan strategi yang akan mereka jalankan jika terpilih nanti.

Masyarakat Kobar kini memiliki gambaran lebih mendalam mengenai visi misi dan kemampuan kedua paslon dalam mengatasi berbagai isu daerah.

”Pilkada 2024 mendatang akan menjadi kesempatan bagi warga untuk menentukan pilihan mereka, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi pembangunan daerah," katanya. (sam/tyo/ign)

Editor : Gunawan.
#pilkada kobar #paslon #Eko Soemarno #debat kandidat #rahmat hidayat #Nurhidayah #Pangkalan Bun #Suyanto