PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Amuk api di Kota Palangka Raya belum juga berhenti.
Bahkan, hanya dalam sehari, Minggu (29/9), terjadi dua kebakaran di lokasi berbeda. Polisi masih menyelidiki peristiwa yang menimbulkan kerugian sekitar ratusan juta rupiah itu.
Kebakaran pertama terjadi di rumah kosong Jalan Raden Salah I, sekitar pukul 03.45 dini hari. Selang beberapa jam, api mengamuk di Jalan Rajawali I Gang II, pukul 12.30 WIB.
Kebakaran di Jalan Raden Saleh diduga bukan korsleting listrik. Pasalnya, bangunan itu sudah lima tahun tidak dihuni.
Hanya digunakan untuk menyimpan perabotan dan barang bekas. Sebelum api melumat bangunan, sempat terdengar bunyi ledakan.
Adapun kejadian di Jalan Rajawali, diduga korsleting listrik. Pemilik rumah sempat melihat api muncul di bagian atap rumah lantai dua tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny Mathius Nababan mengatakan, kebakaran di Jalan Rajawali I membakar rumah berlantai dua.
Bangunan tersebut terbuat dari dinding beton dan beratap sirap. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp150 juta.
Ronny menuturkan, pemilik rumah saat itu tidur di ruang tamu bagian bawah. Tiba-tiba anaknya membangunkan dan mengatakan rumah bagian atas lantai dua terbakar.
Korban langsung meminta tolong tetangga dan berusaha memadamkan api. Namun, api terus berkobar sampai tiba bantuan dari petugas pemadam.
Pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti, berupa arang sisa kebakaran, kabel, dan kipas angin yang terbakar.
Baca Juga: Bagaimana Jadinya Jika G30SPKI Sukses Kudeta NKRI? Begini Gambaran ”Mengerikannya”
”Masih lidik. Kami sudah pasang garis polisi dan meminta keterangan korban serta saksi-saksi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendali Operasi Komunikasi Penyelamatan Diskarmat Palangka Raya Sucipto mengatakan, rumah kosong yang terbakar di Jalan Raden Saleh masih ada aliran listrik. Meski demikian, hal itu diduga bukan penyebab kebakaran.
”Menurut keterangan salah satu saksi mata, bangunan itu tiba-tiba terbakar dan tidak mungkin karena arus pendek listrik atau kompor. Namun, itu semua akan dipastikan oleh aparat berwenang,” katanya.
Dia melanjutkan, rumah itu kosong setelah pemiliknya meninggal dunia sekitar lima tahun silam. Rumah kayu panggung itu dijadikan tempat menyimpan pakaian bekas dan perabotan rumah tangga.
Rumah itu juga kerap dipantau keluarga pemilik yang tinggal di belakang rumah tersebut, tak jauh dari lokasi rumah yang terbakar.
Pihak keluarga sempat masuk rumah tersebut untuk menyimpan barang sore harinya. Tak ada yang mencurigakan.
Namun, dini hari terdengar suara ledakan. Saat pihaknya keluar rumah, api sudah membesar. Api baru padam sepenuhnya saat petugas pemadam turun tangan. (daq/ign)
Editor : Slamet Harmoko