SAMPIT – Peta politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah masihkah akan memunculkan kejutan berikutnya.
Bongkar pasang bakal calon masih memungkinkan, meski sudah ada rekomendasi partai politik. Apalagi dua partai besar belum mengumumkan secara resmi jagoannya.
Sejauh ini baru lima partai pemilik kursi di DPRD Kotim yang telah mengumumkan dukungannya yang tersebar di dua bakal pasangan calon, yakni Halikinnor-Suprianti Rambat (Nasdem, PKB, Demokrat) dan Sanidin-Siyono (Golkar-PKS).
Empat partai lainnya belum mengumumkan bakal calon yang akan diusung, yakni PDIP, Gerindra, PAN, dan Perindo.
Pengumuman PDIP dan Gerindra paling ditunggu, mengingat dua partai itu merupakan pemenang pertama dan kedua Pemilu Legislatif di Kotim pada 14 Februari lalu.
Adapun bakal calon tersisa yang sebelumnya disebut-sebut calon kuat untuk maju, yakni Irawati, Muhammad Rudini, dan Jhon Krisli. Irawati yang jauh sebelumnya disebut akan kembali berpasangan dengan Halikinnor, justru tertinggal setelah tiga partai mendukung Halikinnor Suprianti.
Muhammad Rudini yang di awal disebut-sebut akan berpasangan dengan Jhon Krisli, namanya kian tenggelam dari bursa. Namun, kans Ketua DPC PAN Kotim tersebut dinilai masih besar.
Demikian pula dengan Jhon Krisli, yang awalnya berupaya membangun koalisi dengan Siyono, harus gigit jari, karena Golkar merekomendasikan Sanidin-Siyono. Nasibnya kian parah setelah partainya sendiri, Demokrat, justru mendukung Halikinnor-Suprianti.
Peluang tiga pentolan politikus Kotim itu belum tertutup sepenuhnya. Partai yang tersisa, PDIP, Gerindra, PAN, dan Perindo, akan jadi penentu. Arah dukungan empat partai tersebut akan menentukan jumlah pasangan calon yang maju Pilkada Kotim. Di luar itu, masih ada partai politik non parlemen, seperti PPP, Hanura, Gelora, Partai Buruh, Partai Garuda, dan PSI.
Pasangan Halikinnor-Suprianti Rambat masih berpotensi pecah kongsi. Pasalnya, informasi diterima Radar Sampit, Halikinnor bersedia berpasangan dengan Suprianti agar mendapat dukungan dari Gerindra, mengingat pengusaha properti itu merupakan pengurus Gerindra Kalteng.
Apabila Gerindra memberikan dukungan terhadap Halikinnor-Suprianti, petahana Bupati Kotim itu tetap mulus melenggang, meski PDIP, partai yang dipimpinnya di Kotim memberikan dukungan untuk calon lain.
Adapun arah dukungan Gerindra sendiri belum diketahui sepenuhnya, mengingat kans Sanidin-Siyono mendapat rekomendasi juga sangat besar.
Pun demikian dengan PDIP, yang belum mengeluarkan informasi apa pun sosok yang akan diusung. Dua nama kadernya, Halikinnor dan Irawati, memiliki peluang sama besar. Bahkan, tak menutup kemungkinan keduanya masih kembali dipasangkan.
Sekretaris DPC PDIP Kotim Alexius Esliter mengatakan, PDIP akan segera mengumumkan bakal calon yang diusung. Meski tanpa koalisi, partainya bisa mengusung paslon sendirian.
”Yang pasti, injury time akan disampaikan siapa yang akan diusung PDIP dan ini akan jadi kejutan politik yang ditunggu-tunggu,” kata Alexius.
Alexius menegaskan, PDIP Kotim akan mengusung kader terbaiknya, seperti Halikinnor atau Irawati yang saat ini sudah terdaftar sebagai bakal calon di PDIP.
Pendaftaran
Sementara itu, kepastian pasangan calon yang akan maju baru jelas saat pendaftaran di KPU Kotim yang dijadwalkan selama tiga hari pada 27-29 Agustus 2024.
”Tanggal 27 sudah mulai pendaftaran untuk bakal calon bupati dan wakil bupati. Dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan hari terakhir akan dibuka sampai pukul 23.59 WIB,” kata Rifqi Nasrulah, Ketua KPU Kotim, Minggu (25/8).
Rifqi menuturkan, masa pendaftaran dilaksanakan selama tiga hari. Dia menyarankan bakal calon mendaftar sejak awal, apalagi jika sudah mengantongi rekomendasi B1KWK dari partai politik pengusungnya.
Di sisi lain, Rifqi mengungkapkan, pihaknya belum ada menerima konsultasi dari bakal calon terkait pendaftaran tersebut. ”Kalau dari bakal calon belum ada. Hanya ada dari partai yang bertanya persyaratan ke help desk KPU Kotim,” katanya. (ang/ign)
Editor : Slamet Harmoko