JAWA POS RADAR SAMPIT – Anda ingin menekuni pertanian dengan sistem hidroponik, tapi daerah anda sering mati listrik. Tidak perlu khawatir, karena ada solusinya. Anda bisa mencoba sistem DFT atau Deep Flow Technique.
Dengan sistem ini, genangan air di dalam pipa tidak akan habis saat listrik padam. Tanaman pun tetap selamat.
DFT hampir sama dengan sistem NFT yaitu mensirkulasi air nutrisi menggunakan pompa. Namun, pada sistem ini instalasi yang digunakan tidak miring.
Bentuk instalasi pada DFT datar dan di ujung pipa ada penahan air sehingga dapat mempertahankan air nutrisi untuk menggenang. Ketinggian air nutrisi yang menggenang di dalam instalasi sekitar 2 – 4 cm.
Jenis tanaman yang dapat ditanam menggunakan sistem ini bermacam-macam, mulai dari sayuran daun dan sayuran buah.
Sayuran daun yang biasa ditanam menggunakan sistem ini seperti seledri, selada, pakcoy, kangkung, bayam, samhong, caisim, seledri dll.
Di Sampit, hanya ada beberapa pegiat hidroponik yang menggunakan sistem DFT. Biasanya hanya untuk skala hobi dengan kapasitas di bawah 500 lubang tanam.
Widodo menjadi salah satu pegiat hidroponik di Sampit yang menggunakan sistem DFT. Untuk menghemat listrik, pompa hidup tidak sepanjang hari dan diatur menggunakan timer.
”Saya juga tidak khawatir saat listrik padam. Apalagi kalau siang, kebun saya tinggal ke kantor,” ujar Widodo.
Di sisi lain, ada kekurangan dalam sistem DFT ini. Diantaranya akar tanaman kekurangan oksigen terlarut sehingga membuat pertumbuhan lebih lambat jika dibanding sistem NFT.
”Kalau pertumbuhan, lebih bagus NFT dibanding DFT. Pada sistem NFT, akar tanaman tampak lebih putih dan lebih panjang,” ujar Widodo.
Selain widodo, ada juga Suryaningsih yang pernah menggunakan sistem DFT. Instalasi dibentuk seperti piramida dan pipa terhubung secara spiral. Pompa hanya dinyalakan saat siang hari, sedangkan malam dimatikan.
”Malam hari pompa dimatikan sehingga listrik juga lebih hemat. Pagi dihidupkan lagi. Tapi sekarang kami ubah semua ke sistem NFT agar pertumbuhan tanaman lebih cepat,” ujar Suryaningsih.
Pada sistem DFT, risiko busuk akar tanaman lebih besar karena jumlah air di instalasi terlalu banyak. Instalasi lebih berat karena ada genangan air sehingga perlu kerangka atau penyangga yang kokoh. (yit)
Editor : Slamet Harmoko