Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemkab Kotim Bantah Data Stunting SKI Tinggi melalui Gerakan Posyandu Serentak

Gunawan. • Jumat, 24 Mei 2024 | 08:30 WIB
LAPORAN: Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi saat menyampaikan laporan pada kegiatan rembuk stunting belum lama tadi.
LAPORAN: Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi saat menyampaikan laporan pada kegiatan rembuk stunting belum lama tadi.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) rencananya akan menggelar Posyandu Serentak dalam upaya penanganan stunting di wilayah ini. Gerakan tersebut juga bertujuan untuk membantah data Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

”Berdasarkan aplikasi e-PPGBM (elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), tahun 2023 kemarin kita hanya bisa menginput data di e-PPGBM adalah 27,9 persen. Ini adalah inputan yang sangat rendah, sehingga kita tidak bisa menyandingkan data yang sesuai dengan SKI, karena berdasarkan SKI angka stunting kita cukup tinggi, yaitu 35,5 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi.

Terkait hal tersebut, pemerintah daerah menyepakati kegiatan-kegiatan maupun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam upaya menekan angka stunting.

”Berdasarkan kesepakatan, bahwa yang pertama kami akan melaksanakan Posyandu Serentak di Kotim. Pelaksanaannya berkisar antara Juni atau Juli, setelah teman-teman puskesmas melaksanakan akreditasi, karena akhir Mei ini akreditasi selesai," jelasnya.

Di samping itu, lanjut Umar, Bupati Kotim meminta diadakannya Posyandu Serentak untuk menyandingkan data di lapangan. Dengan demikian, pihaknya bisa mendapatkan data dan fakta real yang memang benar-benar dilakukan oleh tenaga kesehatan di lapangan.

”Dari data dan fakta itu kita bisa membandingkan data yang sudah kita lakukan di Kotim dengan data dan fakta hasil SKI, sehingga dari argumentasi itu, data SKI bisa kita bantah," tuturnya.

Menurutnya, satu-satunya jalan untuk membantah data SKI tersebut harus dengan menyelenggarakan Posyandu Serentak.

”Kita lakukan penimbangan di posyandu, kemudian apabila ada bayi yang tidak hadir akan kita lakukan door to door. Semua bayi itu harus ditimbang," imbuhnya.

Kegiatan tersebut nantinya akan melibatkan seluruh stakeholder di Kotim. Baik pihak kecamatan, desa, nakes maupun kader pembangunan manusia (KPM).

”Kita libatkan semua, kita bergerak melaksanakan dan memantau," ucapnya.

Pihaknya sekaligus juga akan membagikan susu dan telur, terutama bagi sasaran stunting, meski demikian jumlahnya tidak sebanyak saat pelaksanaan gerebek stunting beberapa waktu yang lalu.

”Paling tidak kita ingin memberikan stimulus kepada masyarakat. Kita berikan pemahaman kepada mereka akan pentingnya menjaga generasi penerus, jangan sampai terjadi lost generation. Kita bentuk dari awal dulu, jangan sampai sakit, yang jelas anak-anak kita supaya sehat, sehingga tidak sakit-sakitan, karena kalau ada stunting otomatis akan mudah terkena penyakit penyerta lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut Umar mengatakan, gerakan Posyandu Serentak tidak membutuhkan dana yang besar, karena yang dilakukan berupa kegiatan penimbangan yang rutin dilakukan.

”Persoalannya yang sering terjadi di lapangan, meskipun penimbangan rutin dilakukan, tapi yang datang sedikit. Makanya nanti kita lakukan penimbangan, apabila yang datangnya sedikit maka kita sweeping, kita lakukan door to door ke rumah-rumah warga. Jadi kita tidak memerlukan dana besar, paling dana yang kita adakan itu untuk beli susu dan telur untuk penanganan stunting," pungkasnya.

Akan tetapi, lanjut Umar, susu dan telur yang diberikan sebatas stimulus bagi sasaran stunting. Pihaknya ingin ada kontribusi dari pihak lainnya agar program pemberian susu dan telur tersebut dapat berkelanjutan.

”Kami ini kita hanya beri stimulus, setelahnya kita ingin berkelanjutan, apakah itu dari dana desa atau dari CSR perusahaan yang bisa membantu untuk beli telur dan susu," katanya. (yn/ign)

Editor : Gunawan.
#ski #Stunting #pemkab kotim