Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Umum MIPI Bahtiar, menghadirkan pembicara kunci Menko Polhukam Mahfud MD. Selain itu, hadir pula jajaran dari pemerintah pusat dan daerah, serta berbagai pihak dari beragam latar belakang dan profesi.
Dalam pidatonya, Menko Polhukam Mahfud MD mengapresiasi peluncuran dan dialektika Buku “Etika Pemerintahan” oleh Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI).
Menurut Mahfud, buku yang disusun oleh 25 penulis dan memiliki halaman setebal 561 halaman itu perlu dibaca oleh banyak kalangan, khususnya para birokrat. Ditegaskannya, Etika Pemerintahan bukan hanya penting, melainkan juga merupakan prasyarat mewujudkan Good and Clean Governance (pemerintahan yang baik dan bersih).
Menanggapi hal itu, Wali Kota Fairid Naparin menyampaikan apresiasi atas terbitnya tersebut dan menyambut positif atas partisipasi banyak pihak. Baik dari kalangan birokrat, pejabat negara, akademisi, praktisi, awak media, hingga sejumlah tokoh yang hadir pada acara tersebut.
“Saya menilai kehadiran buku tersebut sangat penting bagi praktisi pemerintahan.Apalagi kehadiran sosok Menko Polhukam Mahfud MD dinilai telah mampu menjalankan praktik etika pemerintahan dengan baik selama ini,” paparnya.
Fairid menambahkan, terbitnya duku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu landasan kebijakan, kode etik, dan menjadi panduan keseharian dalam semangat berbangsa dan bernegara.
”Semoga hal itu berdampak baik untuk masyarakat, sehingga bisa diimplementasikan secara baik,”tandasnya. (daq/gus) Editor : Administrator