"Kami menerima laporan bahwa ada sejumlah warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga dikerahkan satu unit mobil tangki yang menampung 8.000 liter air bersih untuk didistribusikan kepada warga," ucap Kapolres Gumas AKBP Asep Bangbang Saputra, Rabu (26/4).
Selama proses pendistribusian lanjut dia, air bersih itu ditampung dalam wadah yang sudah disediakan warga. Ada puluhan warga antusias mengantri untuk mendapatkan giliran wadah yang dibawanya diisi air bersih.
"Pemberian bantuan air bersih tersebut disambut gembira oleh warga, karena sangat bermanfaat untuk keperluan sehari-hari," tuturnya.
Asep juga mengatakan, biasanya warga yang tinggal di daerah perbukitan mendapatkan air bersih dari sumur, namun saat ini air di sumur itu memiliki kandungan asam yang tinggi dengan warna kekuningan, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
"Dengan adanya bantuan air bersih ini, dapat digunakan untuk dimasak dan dikonsumsi oleh warga," ujarnya.
Terpisah, salah satu warga Markus (48) mengakui sejak satu bulan ini mengambil air sungai yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggalnya. Air yang didapat juga tidak begitu jernih dan hanya dapat digunakan untuk mencuci, mandi, dan cuci piring.
"Saya mengapresiasi dan bersyukur mendapatkan bantuan air bersih dari kepolisian, sehingga tidak perlu lagi bersusah payah ke sungai untuk mengambil air," terangnya.
Dia menambahkan, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan air bersih selain mengambilnya dari sungai, yakni dengan membeli. Namun hal itu malah justru membebankan bagi warga yang tidak mampu. (arm/gus) Editor : Administrator