Namun, hal itu tidak membuat efek jera. Karena itu, dirasa perlu dicoba untuk melakukan pendekatan melalui narasi yang indah, yang lebih menyentuh hati agar muncul kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Sampah yang berserakan seperti di Jalan Ki Hajar Dewantara, menjadi perhatian Karang Taruna Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Apalagi lokasi tersebut sangat dekat dengan lingkungan sekolah.
Keberadaan pembuangan sampah liar itu dinilai sangat mengganggu, karena baunya yang menyengat. Belum lagi sampah yang berserakan hingga ke aspal jalan, juga mengganggu para pengguna jalan.
Sekretaris Karang Taruna Kotim Muhamad Indra mengatakan, meski sudah banyak spanduk bertuliskan peringatan, masih ada saja oknum yang membuang sampah sembarangan.
”Sepertinya tingkat literasi masyarakat terhadap lingkungan masih rendah. Buktinya, masih ada oknum yang membuang sampah sembarangan," ucapnya.
Padahal, kata Indra, seperti di Jalan Ki Hajar Dewantara, di lokasi yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar telah terpasang spanduk besar dengan peringatan bernada keras agar tidak ada lagi yang membuang sampah di kawasan tersebut.
”Kondisi ini menjadi perhatian kami. Apalagi kawasan Ki Hajar Dewantara ada sekolahan, tapi justru di kanan kiri jalan banyak sampah yang berserakan," tuturnya.
Melihat hal itu, pihaknya ingin menyentuh masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan dengan narasi indah. Diharapkan melalui narasi itu bisa mengedukasi dan menyadarkan masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan.
”Lewat narasi yang lebih indah, kami harap oknum yang sering buang sampah sembarangan itu tersentuh hatinya," sebut Indra yang pada peringatan Hari Jadi ke-61 Karang Taruna, mereka bersama pihak sekolah dan warga sekitar membersihkan kawasan tersebut agar bebas dari sampah.
Mereka berencana membuat taman di kawasan itu, agar lingkungan tersebut terlihat bersih, indah dan bebas sampah. Mereka juga akan membuat kreasi mural pada tembok kosong di sisi SMAN 3 Sampit dan SMKN 1 Sampit bertuliskan 'Beriman'.
”Kami menyebutnya Bersih Indah dan Nyaman, disingkat Beriman. Dengan narasi itu, yang mau buang sampah jadi berpikir kalau buang sampah di sini saya beriman tidak," ungkapnya.
Pembuangan sampah liar di Jalan Ki Hajar Dewantara sebenarnya sudah berkali-kali dibersihkan pihak kecamatan bersama kelurahan, warga setempat, dan pihak sekolah. Namun, oknum yang tidak bertanggung jawab masih membuang sampah di sana.
Saat ini, kawasan tersebut sudah bersih. Harapan Indra, melalui pesan dan narasi yang positif, literasi masyarakat akan makin baik, agar tindakan membuang sampah sembarangan tidak lagi terulang. (yn/ign) Editor : Administrator