Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Kebutuhan Pokok di Pangkalan Bun Merangkak Naik

Koko Sulistyo • Rabu, 11 Februari 2026 | 21:24 WIB

 

 

Suasana perdagangan di Pasar Tradisional Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Suasana perdagangan di Pasar Tradisional Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah bahan pokok (bapok) di pasar tradisional Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menunjukkan tren kenaikan menjelang Ramadan.

Pantauan perkembangan harga bapok pada minggu pertama Februari 2026 menunjukkan kenaikan pada beberapa komoditas strategis.

Berdasarkan data Kestabilan Harga Bapok, komoditas yang mengalami kenaikan harian antara lain cabai merah besar, cabai rawit merah, dan daging ayam ras (boiler). Sementara itu, bawang merah tercatat mengalami penurunan harga.

Jika dibandingkan dengan harga rata-rata minggu keempat Januari 2026, kenaikan tertinggi terjadi pada cabai. Cabai rawit merah melonjak 48,39 persen, cabai merah keriting naik 33,33 persen, dan cabai merah besar meningkat 13,33 persen.

Sedangkan daging ayam ras hanya naik tipis 0,44 persen. Di sisi lain, bawang merah turun 4 persen, dan ikan segar kembung turun 10 persen. 

Secara harian, harga cabai pada minggu pertama Februari 2026 berfluktuasi. Cabai merah besar naik dari Rp60 ribu per kilogram di awal minggu menjadi Rp80 ribu per kilogram di akhir minggu. 

Cabai rawit merah meningkat dari Rp80 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram, sementara cabai merah keriting dan cabai rawit hijau relatif stabil di harga masing-masing Rp80 ribu dan Rp100 ribu per kilogram.

Komoditas lainnya menunjukkan tren berbeda. Bawang merah turun dari Rp50 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram, bawang putih stabil di Rp40 ribu per kilogram, dan daging ayam ras naik terbatas dari Rp45 ribu menjadi Rp46 ribu per kilogram.

Plt Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhamad Suhendra, menyatakan fluktuasi harga masih terkendali dan terus dipantau secara intensif.

“Ketersediaan barang pokok masih aman. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya cabai, dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan,” ujarnya.  (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#naik #Kotawaringin Barat (Kobar) #pasar #sembako