PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah meminta seluruh induk cabang olahraga (cabor) agar tertib administrasi, khususnya dalam penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan dan anggaran kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Menurut Nurhidayah, ketertiban LPJ serta objektivitas dalam seleksi atlet merupakan dua aspek mendasar yang tidak bisa ditawar dalam pembinaan olahraga daerah. Ia menegaskan, setiap cabor harus dikelola secara profesional guna menjaga kepercayaan publik dan peluang meraih prestasi secara berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi dan silaturahmi bersama KONI serta perwakilan 33 cabor di kawasan Sungai Umbang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel sebagai fondasi pembinaan olahraga.
“LPJ bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi ukuran akuntabilitas yang menentukan tingkat kepercayaan pemerintah terhadap cabor,” tegas Nurhidayah.
Ia menambahkan, pengusulan anggaran pada Februari 2026 akan sangat bergantung pada kualitas pertanggungjawaban yang telah disampaikan. “Berapapun anggaran yang diberikan harus jelas dan tertib LPJ-nya. Ini akan menjadi tolok ukur ke depan,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, Nurhidayah juga menyoroti proses seleksi atlet. Ia mengingatkan agar atlet dipilih berdasarkan kemampuan, prestasi, dan potensi, bukan karena kedekatan personal atau pertimbangan nonteknis. Atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), kata dia, harus benar-benar yang terbaik dan siap bersaing.
Rapat yang dikemas dalam suasana silaturahmi tersebut berlangsung hangat namun sarat pesan strategis. Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh insan olahraga di Kotawaringin Barat dalam menyongsong Porprov dengan persiapan yang matang dan terukur.
Sebagai tuan rumah Porprov, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berkomitmen memberikan dukungan maksimal, baik dari sisi pembinaan maupun penyediaan sarana dan prasarana.
“Salah satu dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah adalah rencana pembangunan lapangan sepak bola berstandar nasional yang ditargetkan rampung dalam enam bulan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan beberapa cabor, seperti renang, telah menunjukkan dominasi dan perlu terus diperkuat pembinaannya secara konsisten. Dengan fokus pada cabang potensial serta pengelolaan yang profesional, Nurhidayah optimistis Kobar mampu mencetak prestasi.
“Kita harus yakin, Kobar bukan hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu meraih prestasi,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno